Protes Sistem Zonasi, Sejumlah Wali Murid Datangi DPRD Kalbar

AUDIENSI - Sejumlah orang tua murid asal Batulayang, Pontianak Utara mendatangi DPRD Kalbar untuk menyampaikan aspirasi terkait PPDB online, Rabu (1/7/2020). ANDI RIDWANSYAH

PONTIANAK, insidepontianak.com – Sejumlah wali murid Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA asal Batulayang mendatangi Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (1/7/2020) siang. Mereka menyampaikan aspirasi, terkait sistem zonasi dan pengurangan kelas di SMAN 5 Pontianak.

Kedatangan mereka disambut Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat Syarif Amin, Ketua Komisi V R. Edy Yakop, dan Ishak Ali Al Muntahar.

Bacaan Lainnya

“Kita protes masalah sistem zonasi. Dulu yang diterima sampai lima kilo. Sekarang hanya dua kilo lebih, sehingga banyak yang tak masuk,” kata Syarif Muhammad Faisal Alkadrie, salah satu orang tua murid.

Pengurangan jumlah zonasi tersebut tak lepas dari kebijakan yang dilakukan SMAN 5 yang melakukan pengurangan jumlah kelas pada PPDB tahun 2020 karena Covid-19. Tahun lalu mereka menerima 11 kelas, tahun ini hanya sembilan kelas.

“Inilah yang menjadi masalah,” jelasnya.

Untuk itulah, pihaknya mendatangi DPRD Provinsi Kalbar guna mencari solusi. Sebelumnya mereka telah mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, dan Wali Kota Pontianak.

Dia bersyukur, usaha yang dilakukan orang tua mendapatkan respon dari Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji. Hal tersebut diketahuinya pascamendengar keterangan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Syarif Amin Muhammad.

“Tadi disampaikan Gubernur akan menambah satu kelas. Dan dijanjikan Pak Ishak (DPRD Kalbar) yang datang hari ini akan diprioritaskan. Kami harap kami dapat diakomodir tanpa melalui sistem zonasi lagi. Apalagi, SMA Negeri di Batulayang hanya satu. Sementara untuk ke swasta orang tua tidak mampu,” pungkasnya. (andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *