Rudy Logam Diperiksa Polresta Pontianak Pekan Depan

Direktur Utama PT Steadfast Marine, Rudy Kurniawan Logam.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Direktur Utama PT Steadfast Marine, Rudy Kurniawan Logam direncanakan diperiksa Polresta Pontianak Kota pekan depan terkait hilangnya dua barang sitaan di perusahaan galangan kapal yang berlokasi di Jalan Batulayang, Kecamatan Pontianak Utara itu.

Barang sitaan yang dimaksud dititipkan ke PT Steadfast Marine oleh PN Pontianak. Barang itu adalah crane merek Cobelco CC05 kapasitas 100t dan berkapasitas 50t. Seharusnya, dua barang itu melengkapi satu mesin pemotong plat besi merek Huanheng tipe procut, dan satu mesin pemotong plat besi tipe GS yang akan dilelang senilai Rp3,4 Miliar.

Bacaan Lainnya

Hasil lelang tersebut akan digunakan untuk membayar pesangon 55 eks karyawan perusahaan tersebut yang di-PHK.

“Untuk jadwal pemeriksaan Rudy dijadwalkan minggu depan,” kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak, AKP Rully Robinson Polly kepada insidepontianak.com, Kamis (2/7/2020).

Rully mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih memeriksa saksi-saksi.

“Saksi dari PN baru selsai diperiksa,” jelasnya.

Sebelumnya Pengadilan Negeri Pontianak resmi melaporkan kasus hilangnya barang sitaan mereka di PT Steadfast Marine ke Mapolresta Pontianak, Selasa (23/6/2020).

“Hari ini langkah pertama yang dilakukan Panitera bersama Panitera Muda PHI akan membuat pengaduan, berdasarkan surat tugas dari Ketua Pengadilan Negeri,” kata Humas Pengadilan Negeri Pontianak, Maryono kepada insidepontianak.com, Selasa (23/6/2020).

Maryono mengatakan, laporan ini terkait hilangnya dua barang sitaan yang hendak dilelang untuk pembayaran pesangon 55 eks karyawan PT Steadfast Marine. Namun, saat dilakukan lelang barang sudah bergeser dari tempatnya dan tidak diketahui lagi keberadaannya.

Untuk itulah, melalui laporan tersebut pihaknya menyerahkan ke Polresta Pontianak untuk mendalami siapa yang bertanggung jawab terhadap barang-barang yang semestinya tetap berada di dalam perusahaan tersebut.

Dua barang sitaan di PT Steadfast Marine diketahui hilang saat peserta lelang yang hendak membeli barang meninjau lokasi. Di sana, dua di antara empat barang lelang tersebut sudah tidak ada di tempat.

Padahal, barang tersebut hendak dilelang demi pembayaran pesangon 55 eks karyawannya dengan nilai Rp2,7 miliar. Nilai total keempat barang sendiri Rp3,4 miliar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *