Dokter Reisa Ingatkan Risiko Pasien Covid-19 Terjangkit DBD

Dokter Reisa Broto Asmoro meminta agar masyarakat tetap mewaspadai demam berdarah dengue (DBD).(BNPB)

JAKARTA, insidepontianak.com – Dokter Reisa Broto Asmoro meminta agar masyarakat tetap mewaspadai demam berdarah dengue (DBD) karena pasien COVID-19 juga memiliki risiko terinfeksi penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti itu.

“Puncak kasus DBD biasa terjadi menjelang pertengahan tahun seperti sekarang. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa wilayah dengan banyak kasus DBD merupakan wilayah dengan kasus COVId-19 yang tinggi,” kata anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 itu dalam konferensi pers di Graha BNPB yang dipantau di Jakarta pada Jumat.

Bacaan Lainnya

Dia memberi contoh beberapa provinsi dengan kasus DBD dan COVID-19 yang tinggi yaitu Jawa Barat, Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Timur, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan.

Dia memperingatkan bahwa jumlah kasus DBD di Indonesia terus meningkat dengan data Kementerian Kesehatan memperlihatkan pada pekan ke-27 tahun ini terdapat lebih dari 70.000 kasus dan jumlah kematian hampir 500 orang.

“Fenomena ini memungkinkan seseorang yang terinfeksi COVID-19 juga berisiko terinfeksi DBD. Pada prinsipnya upaya untuk mencegahnya adalah menghindari infeksi, dan untuk DBD, gigitan nyamuk,” tegas dia.

Dia mengingatkan warga untuk terus waspada karena pandemi membuat petugas sulit untuk datang langsung memberikan penyuluhan dan larvasida untuk memberantas jentik nyamuk. Warga juga disulitkan untuk melakukan pembersihan lingkungan karena pembatasan kegiatan akibat pandemi.

Karena itu, saat masyarakat sudah mulai dapat beraktivitas kembali Reisa berharap agar mulai memperhatikan tempat-tempat nyamuk bertelur seperti saluran air dan lokasi lain yang memiliki simpanan air.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *