DPRD Kalbar Apresiasi Capaian Pemprov Raih WTP

TERIMA - Wakil Ketua DPRD Kalbar, Prabasa Anantatur menerima Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Kalbar tahun anggaran 2019 dari Kepala BPK Kalbar, Hery Ridwan di Kantor DPRD Kalbar, Jumat (3/7/2020).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Barat mengapresiasi capaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diraih Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) untuk hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2019.

“Alhamdulilah kita bersyukur di kepemimpinan Pak Sutarmidji meraih WTP. Tadi sudah kita dengar dari BPK RI, dulu WDP sekarang menjadi WTP,” ujar Prabasa Anantatur, ditemui usai Rapat Paripurna Istimewa (PLS) Penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2019 oleh BPK RI kepada DPRD Provinsi Kalbar, Jumat (3/7/2020).

Bacaan Lainnya

Dengan capaian tersebut, DPRD Provinsi tak lagi membentuk panitia khusus (Pansus), seperti tahun 2018 lalu saat Pemprov meraih predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) oleh BPK. Setelah capaian tersebut, maka ke depan akan dilakukan perhitungan silpa dan pembahasan anggaran perubahan tahun 2020, agar pembangunan bisa berjalan seperti biasa.

“Kaitan penundaan pembagunan, di silpa sudah nampak nanti. Kita akan bahas kaitan dengan anggaran perubahan supaya pembangunan bisa berjalan seperti biasa, karena kemarin pembangunan tahun 2020 yang sudah diproses tender disetop,” terangnya.

Selain itu, DPRD juga akan membahas
Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2021.

Meski tak ada Pansus, Sekretaris DPD Partai Golkar Kalbar memastikan pengawasan akan tetap akan dilakukan. DPRD juga akan memberikan masukan kepada Pemprov.

“Pasti ada. Bukan berarti hasil WTP itu tak ada kesalahan, tapi kan secara administrasi yang kata Pak Gub tadi antara pemasukan program itu yang harus diwanti-wanti. Baik masalah aset juga,” pungkasnya. (andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *