Puisi-puisi Ilham Setia

ilustrasi.

Izin Aku Pulang ke Lembahmu

 

Bacaan Lainnya

Izin aku pulang

Ke lembahmu

Biar dinginku dapat mengajari

Bagaimana ia mulai menyenilap

Merasuki tubuh perlahan-lahan

Izinkan aku pulang

Ke lembahmu

Agar dapat menjaga bekumu

Dari wajah-wajah ulung

Pelakon gadungan

 

Izinkan aku pulang

Ke lembahmu

Biar berguna hadirku

Sebab di kota

Aku tak lagi berguna katanya

Pontianak,2020

 

 

Rinduku pada Panggungmu

Vasili!!!

Panggungmu kini sepi

Seperti pagi ditinggal pergi

Para merpati

Mencari

Remah roti

Panggungmu seperti halte

hilang penumpang

Meriuh tepuk tangan

Dara-dara muda

Saat kau memainkan

Peran

Hamlet kau ladeni

Sheakspear habis dilahap

Tragedi, amarah, amuk

Canda tawa bahagia

Tak ada panggung

Tak memiliki gemuruh

Tepuk tangan

 

 

Dialog yang Tertunda

 

Malam itu

Angin berbisik lirih di daun telingamu

Entah apa yang terdengar

Hatimu melakukan soliloqi panjang

Hingga jarum-jarum waktu berguguran

Beribu raut dalam pikir panjang

 

Telah padam api gemerlap

Keheningan tanpa cahaya

Bulir-bulir berputar di telunjukmu

Menanda kebesaran

Engkau hening,dingin

Menjauhi api dunia

 

“Mereka datang menjemput”

Katamu dalam bola mata tanpa arah

 

Apimu kini benar-benar padam

Sementara

Dialog itu masih melekat erat

 

 

Kit(a)

Mengapa waktu meninggalkan

Nyatanya tak pernah bersama

Kisahkisah peristiwaperistiwa

Yang lampau

Aku dan kamu terjurang waktu

Kita..

Mulai meratapi tanggalan

Angakangka berserakan

Di jalan,

Yang mulanya

Kita nantikan

Kita…!!

Tak pernah memiliki waktu

Kita hanya melihatnya berjalan

Berjalan

Meninggalkan kenangan

Penulis:

Ilham Setia, kelahiran Pontianak kini aktif sebagai abdi negara di Kabupaten Kubu Raya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *