Gawai Dayak Ditiadakan, Sanggau Hanya Gelar Ritual Adat

BERSIAP - Warga bersiap menjalankan ritual adat memanggil Semangat Padi (Pomang Nosu Minu Podi) dilaksanakan di bekas ladang masyarakat di Dusun Sanjan, Desa Sungai Mawang, Kecamatan Kapuas, Selasa (7/7/2020). ISTIMEWA

SANGGAU, insidepontianak.com – Kegiatan budaya Gawai Dayak selalu dilaksanakan meriah di tingkat Kabupaten Sanggau dan sudah menjadi kalender tahunan pada tanggal 7-9 Juli setiap tahunnya, ditiadakan tahun ini. Kegiatan itu merupakan penutup rangkaian kegiatan gawai yang ada di kampung-kampung di aetiap Kecamatan, dan ungkapan syukur atas hasil panen padi.

Peniadaan itu lantaran pandemi Covid-19 yang belum mereda. Walau kegiatan kebudayaan yang melibatkan banyak orang itu ditiadakan, ritual adat memanggil Semangat Padi maupun Pedagi tetap dilaksanakan. Keduanya merupakan inti dari Gawai Dayak itu sendiri.

Bacaan Lainnya

Ritual Adat memanggil Semangat Padi (Pomang Nosu Minu Podi) kali ini dilaksanakan di bekas ladang masyarakat di Dusun Sanjan, Desa Sungai Mawang, Kecamatan Kapuas, Selasa (7/7/2020).

Sekjen Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau, Urbanus mengatakan pesta gawai Dayak tahun ini tidak dilakukan namun kegiatan Pomang Mpokant Podagi (Rutual Adat Memberi Makan Pedagi/Leluhur) dan Pomang Nosu Minu Podi (Ritual Adat Memanggil Semangat Padi) tetap dilakukan tetapi harus tetap mematuhi Protokol Kesehatan Pemerintah. Harapannya agar di tahun mendatang hasil panen padi masyarakat lebih baik lagi.

“Gawai Dayak Kabupaten Sanggau seyogyanya kita lakukan setiap tahun pada tanggal 7-9 Juli, namun karena suasana pandemi Covid-19, sehingga pesta Gawai Dayak tahun ini kita tiadakan,” ungkap Urbanus.

Ketua DAD Kecamatan Kapuas, Andreas Sisen menjelaskan Pomang Nosu Minu Podi wajib dilakukan setiap tahunnya. Di mana Semangat Padi yang telah ambil akan dibawa dan disimpan ke jurong (Lumbung Padi) yang ada di rumah Betang Dori’ Mpulor.

“Dengan ritual itu, diharapkan hasil panen padi masyarakat yang berladang melimpah pada tahun depan,” katanya.

Setelah selesai mengambil Semangat Padi di Dusun Sanjan, rombongan menuju jurong di rumah Betang Dori’ Mpulor dan disambut oleh Bupati Sanggau Paolus Hadi beserta istri, Ketua Umum DAD Kabupaten Sanggau Yohanes Ontot beserta istri, pengurus DAD Kabupaten, para Ketua DAD Kecamatan, beberapa Temenggung dan beberapa undangan lainnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *