Korupsi, Karyawan BRI Pontianak Ditangkap Kejari

DITANGKAP - Mantan Mantri Kredit Usaha Rakyat BRI Pontianak ditangkap Kejati Pontianak lantaran terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Dia ditangkap di Kantor BRI Cabang Barito Pontianak, Rabu (8/7/2020).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Pontianak melakukan eksekusi kepada Roby Roy Frandana, Mantri Kredit Usaha Rakyat (BRI), Rabu (8/7/2020) pagi. Terpidana kasus korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI ini ditangkap saat tengah bertugas sebagai karyawan BRI Cabang Barito Pontianak.

Kasi Pidsus Kejari Pontianak Juliantoro mengatakan, kasus tersebut terjadi pada tahun 2015-2016, dengan kerugian negara mencapai Rp875 juta. Modusnya dengan meminjamkan nama orang untuk dicaikan fasilitas KUR BRI.

Bacaan Lainnya

Kasus tersebut mulai ditangani Kejari Pontianak sejak bulan Januari 2019. Per Agustus 2019, setelah cukup bukti, berkas dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pontianak untuk disidangkan.

Berdasarkan penyelidikan, kata Juliantoro, JPU waktu itu menuntut Roby melakukan tindak pidana korupsi dan melanggar pasal 2 ayat 1atau Pasal 3 Jo. Pasal 18 ayat 1,2,3 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dalam UU RI Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat 1 ke1 KUHP.

Namun, putusan pengadilan Tipikor berkata lain. Roby diputus onslag atau lepas dari segala tuntutan hukum. Putusan tersebut membuat JPU mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung RI.

“Nah, 2 Juni, keluar putusan, yang bersangkutan dinyatakan bersalah, didenda empat tahun penjara dan denda 200 juta,” terangnya.

Usai petikan keputusan keluar Roby pun ditangkap. Penangkapan dilakukan di BRI Cabang Barito tempat dia bekerja.

“Terdakwa diketahui kembali aktif pascaputusan pengadilan Tipikor, meski sebelumnya sempat ditahan,” ungkapnya.

Selanjutnya Roby akan menjalani rapid test, dan dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) untuk menjalani eksekusinya.

Selain Roby, JPU juga masih menyelidiki peran dua pihak swasta dalam kasus itu. Namun, diakui Juliantoro saat dilakukan penyelidikan, keduanya sudah tak berada di tempat.
.
“Tapi beberapa saksi mengatakan bahwa Roby bekerja sama dengan dua orang yang lain lagi,” pungkasnya. (andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *