Ahli Forensik: Bayi di Bak Sampah Padat Karya-Paris II Meninggal 2-3 Jam Usai Kelahiran

Tersangka pembuang bayi di bak sampah Jalan Padat Karya-Paris II saat di Polresta Pontianak. (Andi/Insidepontianak.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Ahli forensik Rumah Sakit Bhayangkara, dr Monang Siahaan memperkirakan, bayi malang yang ditemukan di bak sampah simpang jalan Padat Karya-Paris II, Pontianak Tenggara meninggal beberapa jam setelah lahir.

Hal tersebut disampaikannya usai melakukan visum luar kepada bayi di kamar jenazah RSUD Soedarso, Jumat (10/7/2020).

Bacaan Lainnya

“Kematiannya tidak beberapa lama setelah lahir. Estimasi waktunya antara dua tiga jam,” ujar dr Monang Siahaan kepada wartawan, Jumat (10/7/2020).

Monang mengatakan, bayi dengan panjang 40 sentimeter dengan berat 3 kg tersebut hingga kini belum dilakukan otopsi. Sebab ia belum menerima surat perintah dari Polresta Pontianak Kota. Kendati demikian, hasil pemeriksaan luar dia memastikan bayi perempuan tersebut lahir dengan sempurna.

“Bayi ini sempurna. Kelahiran sempurna kurang lebih 8-9 bulan dalam kandungan, tidak ada tampak tanda kecacatatan, sempurna dari ujung rambut dan kaki,” jelasnya.

Monang mengaku menemukan kelainan-kelainan pada bayi khususnya pada area mulut, daerah ari-ari, dan anus. Namun, ia tak merinci apakah kelainan itu adalah  tanda kekerasan.

“Saya tidak bisa katakan itu tanda-tanda kekerasan. Tapi kelainan, yang saya jumpai. Kalau tanda-tanda kekerasan atau kelainan itu akan kita tuangkan di visum,” ungkapnya.

Monang juga tak menjelaskan penyebab kematian bayi, apakah terindikasi akibat kekerasan atau tidak. “Nanti saya tuangkan di hasil visum, silahkan teman-teman media nanya ke Polresta. Hasil visumnya kita serahkan ke beliau-beliau ini, ” pungkasnya.

Sebelumnya, seorang bayi perempuan ditemukan meninggal dunia di dalam bak sampah, yang berlokasi di simpang Jalan Padat Karya, Paris II. Bayi malang tersebut ditemukan Ani seorang pemulung yang tengah beraktivitas.

“Awalnya kita temukan kotak ada beling-belingnya. Setelah dipisahkan kok ada kepala, saya kira boneka, rupanya bayi,” terang Ani kepada wartawan, Kamis (9/7/2020).

Ani mengatakan, penemuan tersebut diketahuinya pukul 17.30 WIB. Tak beberapa lama, selang satu jam pasca ditemukan Polresta Pontianak Kota berhasil  mengamankan dua pelaku pembuangan bayi berinisial WJ (29) dan AZ (20).

Pasangan tak resmi berhasil dicokok petugas di dua tempat terpisah. Keduanya kini berada di Polresta Pontianak Kota. Keduanya terancam dengan Pasal  80 Ayat 3 Undang-undang RI No. 35 tentang perubahan atas  perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Aanak  dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *