Melawi Terendam, Delapan Kecamatan Lumpuh

TERENDAM - Delapan kecamatan di Melawi terendam banjir sejak Kamis (9/7/2020) lalu. Hingga ini akses jalan darat masih tertutup.

MELAWI, insidepontianak.com – Delapan kecamatan Melawi terendam banjir setinggi lebih dari 1 meter sejak Kamis (9/7/2020). Kecamatan tersebut terdiri dari Menukung, Ella Hilir, Sokan, Kota Baru, Sayan, Pinoh Selatan, Pinoh Utara dan Nanga Pinoh.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Melawi, Gusti Syafarudin mengatakan banjir mengakibatkan jalur darat terputus. Di antaranya ruas jalan provinsi di Kecamatan Nanga Pinoh hingga Kecamatan Sokan dengan total 20 titik banjir.

Bacaan Lainnya

“Angkutan penumpang dan bahan pokok juga terganggu total,” kata Gusti, Sabtu (11/7/2020).

Namu, Gusti belum mendapat data valid berapa rumah terendam dan jumlah warga terdampak banjir. Pendataan masih berlangsung. Akan tetapi, setidaknya ada 2.000 ribu rumah terendam dan 50 keluarga mengungsi.

View this post on Instagram

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Melawi, Gusti Syafarudin mengatakan banjir mengakibatkan jalur darat terputus. Di antaranya ruas jalan provinsi di Kecamatan Nanga Pinoh hingga Kecamatan Sokan dengan total 20 titik banjir. Banjir diduga akibat hujan deras sepekan terakhir sehingga membuat sejumlah sungai meluap. Bahkan, bah sudah memasuki ibu kota kabupaten di Kecamatan Nanga Pinoh. Sepekan terakhir, hujan dengan intensitas tinggi hampir merata di Kabupaten Melawi. Sungai Pinoh dan Sungai Melawi pun tak mampu menahan volume air dan meluap. Baca selengkapnya di insidepontianak.com atau klik tautan di bio @insidepontianakcom. #insidepontianak #pontianak #kalbar #beritapontianak #beritakalbar

A post shared by insidepontianakcom (@insidepontianakcom) on

Banjir diduga akibat hujan deras sepekan terakhir sehingga membuat sejumlah sungai meluap. Bahkan, bah sudah memasuki ibu kota kabupaten di Kecamatan Nanga Pinoh.

Sepekan terakhir, hujan dengan intensitas tinggi hampir merata di Kabupaten Melawi. Sungai Pinoh dan Sungai Melawi pun tak mampu menahan volume air dan meluap.

“Hampir semua kawasan tergenang air saat ini. Bahkan air juga sudah mulai menggenangi pasar Kota Nanga Pinoh,” ungkap Gusti.

Saat ini, BPBP Melawi bersama TNI-Polri terus melakukan pemantauan daerah-daerah banjir dengan mengerahkan perahu karet.

“Kita terus memantau lapangan dan berkoordinasi dengan semua pihak. Warga juga diminta tetap waspada, karena air terus naik, bantuan segera diberikan,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *