Nurul Lompat Jendela Selamatkan Diri dari Longsor Bukit Peniraman

RUSAK PARAH - Rumah pasangan Abas dan Nurul di Dusun Satu, Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh rusak parah akibat longsor galian C Bukit Peniraman, Selasa (14/7/2020). YAK

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Nurul Hasanah (28) melompat dari jendela saat tanah longsor dari Bukit Peniraman menerjang rumahnya, Selasa (14/7/2020) sore.

Nurul saat itu sedang berada di dapur mencuci piring dan berkemas pecah belah usai menggelar yasinan bersama ibu-ibu pengajian Al Hikmah.

Bacaan Lainnya

“Waktu kejadian saya lagi di dapur kemas-kemas barang karena baru selesai yasinan, tikar saja belum digulung,” katanya.

Rumah Nurul tepat di bawah kaki Bukit Peniraman, dan menjadi rumah yang paling parah akibat peristiwa longsor tersebut.

Nurul menceritakan detik-detik runtuhnya Bukit Peniraman kepada insidepontianak.com. Dia mengaku sudah melihat tanda-tanda bukit itu akan menerjang rumahnya.

“Waktu yasinan saya sudah lihat batu dan tanah berjatuhan dari atas bukit, karena sedang hujan, tapi kami tetap melanjutkan pengajian,” katanya.

Saat tanah longsor menerjang rumahnya, Nurul menjelaskan tidak ada siapapun di dalam rumah. Hanya dia seorang, yang beruntung bisa menyelamatkan diri.

“Saat itu di dalam rumah cuma ada saya sendiri, yang lainnya sudah di luar, untung saja saya sempat melompat dari jendela,” ujarnya.

Upaya menyelamatkan diri yang dilakukan Nurul berhasil, namun harta benda miliknya tidak dapat diselamatkan.

“Barang-barang rusak semua, elektronik seperti HP dan lain-lain sudah tidak terselamatkan,” katanya.

Dia pun berharap pemerintah memberikan bantuan selayaknya agar dia bisa menyambung hidup atas musibah yang menimpa dia dan keluarga.

“Saya harap perhatian pemerintah selayaknya diberikan kepada kami, tidak banyak yang kami minta apa pun itu mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk kami,” pungkasnya. (yak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *