Warga di Zona Hijau dan Kuning Covid-19 Kalbar Boleh Gelar Pesta Pernikahan

CONTOH - Forkopimda Kalbar mencontohkan bagaimana foto pernikahan bersama tamu dilakukan selama masa new normal Covid-19. HUMPRO KALBAR

PONTIANAK, insidepontianak.com – Warga Kalbar yang wilayahnya berada zona hijau dan kuning penyebaran Covid-19 diperbolehkan menggelar pesta pernikahan. Namun, harus menjalankan protokol kesehatan sesuai aturan yang telah ditetapkan.

Protokol kesehatannya antara lain, menyediakan tempat cuci tangan untuk tamu undangan; setiap tamu wajib cuci tangan dan dites suhu tubuh menggunakan termometer; tidak ada penyambutan dengan salam-salaman.

Bacaan Lainnya

Tempat duduk undangan diberi jarak; pembatas untuk antre makanan pun harus disediakan; jangan sampai ada yang bersentuhan.

Begitu juga dalam berfoto dengan pasangan pengantin harus berjarak. Kecuali pasangan pengantin. Tak masalah bila berdekatan. Tamu undangan juga dilarang menitip ponsel ke fotografer, untuk meminta foto. Tamu juga dilarang bergabung bernyanyi dengan band pengiring.

Setidaknya itulah gambaran yang terekam dalam simulasi Pernikahan Era New Normal di Hotel Kapuas Palace Pontianak yang digelar oleh Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia (Aspedi) Kalbar bersama Gabungan Pengusaha Industri Pernikahan Kalbar, Selasa (14/7/2020).

Wagub Kalbar, Ria Norsan yang hadir dalam agenda itu memberikan catatan. Pesta pernikahan di masa Covid ini sebaiknya, menggunakan makanan kotak. Tidak perlu prasmanan agar tidak ada antrean.

“Nantinya makanan kotak diambil pada saat keluar dari ruangan atau pada saat mau pulang saja. Supaya tidak ada penumpukan antre makanan,” ujarnya.

Dia menegaskan, pesta pernikahan harus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Jika tidak, aparat TNI dan Polri boleh membubarkan.

“Kita memberikan kemudahan untuk tetap beroperasi kembali. Dengan catatan, tetap mengikuti protap kesehatan, karena sekarang kita masih di era new normal,” ucapnya.

Dia menambahkan, pesta pernikahan boleh digelar di zona hijau dan kuning.

“Kalbar saat ini ada zona kuning dan zona hijau. Kalaupun seandainya di zona kuning, itu boleh saja. Asalkan tetap menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Dia berharap Covid-19 segara berlalu. Supaya aktivitas masyarakat bisa berjalan seperti sediakala.

Ketua DPW Aspedi Kalbar, Betty Montika berharap, setelah simulasi itu digelar, kegiatan industri jasa pernikahan bisa dibuka kembali di Kota Pontianak.

Dia sendiri berpandangan, jika protokol kesehatan diikuti secara benar, maka tidak akan sulit melaksanakan pesta pernikahan di era new normal ini.

“Saran pak Wagub, dan Pak Wali Kota Pontianak, insyaallah akan kita terapkan. Masukan ini memang kita perlukan sekali,” katanya.

Alasan Aspedi mengadakan simulasi pesta pernikahan ini, bagian pihaknya mendorong agar pemerintah membuka kembali industri jasa pernikahan.

“Kami mendorong agar pemerintah segera mengeluarkan peraturan Pemerintah Daerah yang akan bisa kami laksanakan segera. Biar industri wedding kita di Kalbar cepat bangkit kembali dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, khusus para pekerja dan karyawan,” tutupnya. (abdul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *