Tiga Kali Longsor, Aktivitas Galian C di Kaki Bukit Peniraman Mengundang Maut

LUBANG - Lubang galian di salah satu sisi kaki Bukit Peniraman, Sungai Pinyuh, Mempawah yang sementara tak ada aktivitas akibat longsor, Selasa (14/7/2020). YAK

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Aktivitas kerja galian C warga di Bukit Peniraman, Mempawah dianggap mengundang maut. Mereka bekerja secara manual, menggali batu dan tanah, dengan peralatan seadanya.

Di kaki Bukit Peniraman, tepatnya sisi kanan longsor, terdapat gua buatan tempat warga menggali batu dan tanah. Untuk sementara akitivitas mereka terhenti akibat longsor.

Bacaan Lainnya

“Untuk membuat lubang seperti itu, batu cadas kita bakar dulu dan kita juga membayar orang khusus yang sudah terbiasa pecah batu, jadi tidak semua orang punya keahlian seperti itu,” kata Abas, mantan penggali batu di Bukit Peniraman, Rabu (15/7/2020).

Abas berhenti mengerjakan galian C di lokasi Bukit Peniraman dengan berbagai alasan yang tidak bisa dia sampaikan. Selain karena sakit, dia juga tidak menepis adanya kekhawatiran akan longsor.

Kepala Dusun Satu, Desa Peniraman, Muhammad Hayat, mengatakan selama ini masyarakat terpaksa menetap di kaki Bukit Peniraman, dengan alasan pekerjaan dan warisan tanah turun temurun.

Dia tidak menepis bahwa di Bukit Peniraman, tidak hanya warga yang bekerja secara swadaya sebagai penggali batu dan tanah, juga ada perusahaan besar yang bekerja dengan alat berat di sisi lain bukit.

“Tidak ada alat berat yang digunakan warga, hanya peralatan manual saja karena yang mengerjakan juga warga setempat secara swadaya, bukan perusahaan,” katanya.

Hayat mengakui kekhawatiran warga setempat terkait longsor yang terjadi di Bukit Peniraman. Namun katanya, kondisi sekarang hanyalah keterpaksaan yang menyebabkan bukit tersebut terus dikeruk dan diambil sumber dayanya.

“Seingat saya sudah ada tiga kali longsor di Bukit Peniraman, dua diantaranya longsor besar seperti ini sampai kena rumah warga, ada lagi sekali hanya longsor kecil tidak separah ini,” ungkapnya. (yak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *