Tahapan Pilkada Bergulir, KPU Ketapang Gelar Proses Coklit

Ketua KPU Ketapang, Tedi Wahyudin. (Fauzi/Insidepontianak.com)

KETAPANG, insidepontianak.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ketapang, menggelar Gerakan Klik Serentak (GKS) mengawali proses pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020 di Ketapang.

Ketua KPU Ketapang, Tedi Wahyudin mengatakan, salah satu prinsip dan prasyarat terselenggaranya Pemilu/pemilih yang demokratis adalah warga negara terdaftar sebagai pemilih tanpa diskriminasi dalam artian luas.

Bacaan Lainnya

Jaminan pendaftaran pemilih tanpa diskriminasi, menurut Wahyudin merupakan akses pemilihan untuk terdaftar dan mengetahui data pemilih (pribadi) secara mudah. Termasuk untuk memperbaiki data dirinya apabila terdapat kekeliruan atau perubahan  data.

“Oleh sebab itu, tahapan pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih merupakan salah satu tahapan yang sangat krusial dan strategis bagi terselenggaranya pemilihan kepala daerah,” terangnya, Rabu (15/7/2020).

Pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih, diakui dia menentukan tahapan pemililhan selanjutnya. Mulai dari penentuan jumlah TPS, alokasi logistik, pola sosialisasi Pemilu, kampanye, rekapitulasi hasil suara dan lain sebagainya.

Jika hasil pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih bermasalah atau tidak valid, dapat dipastikan tahapan pemilihan selanjutnya juga akan sangat terganggu.

“Karenanya, sesuai PKPU Nomor 5 Tahun 2020 tentang tahapan, program dan jadwal, maka mulai 15 Juli sampai 13 Agustus mendatang, KPU melalui PPDP akan melakukan Coklit ke rumah-rumah penduduk,” lanjut Tedi.

Selanjutnya, dari hasil Coklit data pemilih, nantinya akan menjadi Daftar Pemilih Sementara (DPS) sebelum ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT). Untuk proses pemutakhiran data pemilih punya waktu yang panjang, dari mulainya Coklit 15 Juli 2020 sampai rekapitulasi DPS hasil perbaikan tingkat kabupaten.

Sedangkan untuk ditetapkan menjadi DPT sendiri, dilaksanakan paling lama  tanggal 16 Oktober 2020 dan diumumkan di PPS pada tanggal 28 Oktober sampai 6 Desember 2020.

“Artinya KPU memberikan ruang kepada masyarakat untuk sama-sama mengawal proses pemutakhiran data pemilihnya. Ini supaya tidak satu orang pun masyarakat Ketapang yang memenuhi syarat sebagai pemilih tidak terdaftar di DPT,” ungkapnya.

Jika dalam proses Coklit ditemukan ada warga tidak memiliki atau belum rekam e-KTP maupun suket, PPDP akan memeriksa KK yang bersangkutan untuk memastikan pemilih itu adalah penduduk pada daerah pemilihnya yang dicocokan pada formulir A-KWK. Untuk pemilih belum terdafatr di A.KWK, maka dicatat di fomulir A.A-KWK sebagai pemilih baru.

Selain itu, masyarakat juga diberikan kesempatan mengecek guna memastikan masuk atau tidak dalam daftar pemilih. Sebaliknya, diharapkan agar lebih kooperatif dan sama-sama mengawal proses Coklit supaya data yang dihasilkan berkualitas.

“Coklit merupakan bagian dari upaya KPU meningkatkan partisipasi pemilih, serta memastikan semua penduduk yang memenuhi syarat masuk data pemilih. Sebab itu, peran serta masyarakat sangat diharapkan,” tuturnya.

Dia menambahkan, untuk pelaksanaan Coklit data pemilih kali ini berbeda dengan Coklit sebelumnya. Dimana PPDP dalam menjalankan tugasnya menarapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Coklit yang kita lakukan tetap mematuhi protokol pencehahan Covid-19. Bahkan seluruh PPDP yang bertugas dibekali Alat Pelindung Diri (APD),” tambahnya. (fauzi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *