Tenaga Kontrak Pemprov Dihapus, Komisi I DPRD Kalbar Panggil Badan Kepegawaian

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalbar, Angeline Fremalco.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Komisi I DPRD Provinsi Kalbar akan memanggil Badan Kepagawaian Daerah (BKD) Kalbar guna meminta penjelasan wacana pemutusan hubungan kerja pegawai kontrak Pemprov, Jumat (17/7/2020).

“Mudahan-mudahan di sini kita bisa mendengarkan. Karena, selama ini secara resmi belum ada pernyataan dari BKD,” kata ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalbar, Angeline Fremalco.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, sejumlah pegawai kotrak di Provinsi Kalbar sudah menggelar audiensi dengan Komisi I. Mereka mendesak agar nasibnya diperjuangkan. Lantaran, Kemendagri menginginkan pegawai kontrak dihapuskan. Paling lama sampai 2023.

“Ini yang coba kami lakukan. Mungkin ada solusi yang bisa kita dapatkan. Tapi kita dengar dulu lah BKD,” ujarnya.

Selaku Ketua Komisi I yang membidangi ketenagakerjaan, politisi PDI-P itu mengaku sudah berkoodinasi dengan Komisi II DPR RI. Hal itu sebagai langkah awal memperjuangkan nasib tenaga kontrak. Apalagi tak sedikit dari mereka sudah mengabdi lebih dari 10 tahun.

“Permohonan dari kita, maupun Komisi II DPR RI untuk mengangkat tenaga kontrak ini tanpa tes. Maunya kita kan begitu,” ucapnya.

Angeline pun optimis ada solusi yang baik untuk tenaga kerja kontrak yang kini gelisah karena terancam akan diberhentikan pemerintah.

Di sisi lain, Angeline mengritik kebijakan Gubernur yang memberi batas akhir kepada tenaga kontrak agar segera menentukan pilihan.

Deadline-nya kok 30 Juli dari Pemprov meminta mereka memilih tugas. Sementara pilihannya itu yang jadi permasalahan. Pramusaji, satpam dan lain-lain. Nah, tenaga adminsitrasi itu bagaimana,” tanyanya.

Sedangkan tenaga kontrak yang bekerja di keadminsitrasian kata dia, rata-rata S-1 bahkan ada yang S-2. Jumlah tenaga kontrak di Pemprov Kalbar pun mencapai 1.400-an orang.

“Bisa kerepotan juga Pemprov (Kalbar) kalau mereka tiba-tiba disetop. Nah, ini kita coba pikirkan. Kalau ada solusi lain tanpa harus meng-cut priuk mereka itu lebih baik,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Orang yg mengabdi bertahun2, yg kerjanya udah terbukti lalu diberhentikan,,,lalu yg diam2 gak kerja,gak ngapa2in diberi bantuan, , ada yg namanya BST,BLT, PKH, byk lgi… Coba deh berpikir real saja
    Kerja ya dapat duit
    Klo ndak kerja ya ndak dapat duit…gitu aja lah…