Seribu Rumah di Pontianak Dapat Program Bedah Rumah Tahun Ini

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman Kota Pontianak, Fuadi Yusla.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kurang lebih 1.000 rumah di Pontianak mendapat program bedah rumah tahun ini. Sumber anggarannya berasal dari berbagai instansi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak sendiri tahun 2020 ini mendapat program bedah rumah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebanyak 500 unit rumah.

Bacaan Lainnya

“Nilai setiap unit rumah senilai Rp17 juta, dengan sistem kerja kelompok,” ujar Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman Kota Pontianak, Fuadi Yusla.

View this post on Instagram

“Nilai setiap unit rumah senilai Rp17 juta, dengan sistem kerja kelompok,” ujar Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman Kota Pontianak, Fuadi Yusla. Selain itu, dari Dana Alokasi Khusus (DAK) juga telah dianggarkan untuk program bedah rumah sebanyak hampir 300 unit. Meskipun sempat tertunda dikarenakan kondisi pandemi Covid-19, namun berdasarkan informasi terakhir, program tersebut tetap akan ditindaklanjuti. Dari APBD Kota Pontianak berdasarkan kebijakan Wali Kota juga ada sekitar 180 unit rumah yang masuk dalam program bedah rumah tahun ini. “Setiap tahun Pemerintah Kota Pontianak memang ada mengucurkan anggaran untuk anggaran bedah rumah ini,” terangnya. Baca selengkapnya di insidepontianak.com atau klik tautan di bio @insidepontianakcom. #insidepontianak #pontianak #kalbar #beritapontianak #beritakalbar

A post shared by insidepontianakcom (@insidepontianakcom) on

Selain itu, dari Dana Alokasi Khusus (DAK) juga telah dianggarkan untuk program bedah rumah sebanyak hampir 300 unit. Meskipun sempat tertunda dikarenakan kondisi pandemi Covid-19, namun berdasarkan informasi terakhir, program tersebut tetap akan ditindaklanjuti.

Dari APBD Kota Pontianak berdasarkan kebijakan Wali Kota juga ada sekitar 180 unit rumah yang masuk dalam program bedah rumah tahun ini.

“Setiap tahun Pemerintah Kota Pontianak memang ada mengucurkan anggaran untuk anggaran bedah rumah ini,” terangnya.

Secara total, sudah lebih dari lima ribu rumah yang mendapatkan program bedah rumah. Hingga saat ini tercatat hanya tersisa sekitar 800 rumah yang tersebar di enam kecamatan di Kota Pontianak.

“Pada tahun ini secara keseluruhan hampir 1.000 unit rumah yang akan dibedah,” ungkapnya.

Fuadi menjelaskan, mekanisme pengajuan program bedah rumah akan disurvei oleh tim. Khusus program dari Kementerian PUPR, dua tahun sebelumnya sudah dilakukan survei. Satu diantara persyaratan untuk mendapat bantuan program bedah rumah adalah status kepemilikannya milik sendiri.

“Lebih baiknya lagi, apabila dilengkapi sertifikat kepemilikan,” sebutnya.

Apabila belum memiliki sertifikat, maka perlu melampirkan surat keterangan yang menyatakan tanah tersebut milik yang bersangkutan. Selain itu, dilengkapi dengan dokumen kependudukan seperti KTP dan KK.

“Karena kadang-kadang rumah sudah mau roboh, tapi faktanya yang bersangkutan numpang dengan orang. Nanti kalau kita rehab, selanjutnya diambil yang punya rumah,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *