Pertamina akan Tindak Pangkalan Gas Nakal, Satu KTP Satu Tabung Gas

ilustrasi.

PONTIANAK, insidepontianak.com – PT Pertamina (Persero) wilayah Kalimantan memastikan akan memberikan sanksi tegas kepada pangkalan nakal yang terbukti menimbun dan tak mendistribusikan gas LPG 3 kg sesuai aturan. Ancaman terberat dapat diberikan kepada pangkalan sampai dengan Pemutusan Hubungan Usaha (PHU).

“Untuk sanksi akan mengacu pada kontrak yang ada. Jadi kita akan bisa menentukan apa sanksinya setelah ada buktinya. Bisa diskorsing, pengalihan alokasi, dan paling berat adalah PHU,” tegas Regional Manager Comm, Rel & CSR Kalimantan, Roberth M.V Dumatubun kepada insidepontianak.com, Sabtu (18/7/2020).

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan, sesuai aturan distribusi gas LPG 3 kg hanya bisa didapatkan masyarakat satu buah per tabung dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat membeli. Lebih dari satu maka tidak boleh, meski pengecer diklaim banyak pangkalan sebagai mitra yang membantu menyiapkan tabung kosong.

“Kita gak bisa klasifikasi pengecer atau bukan, yang penting penertiban sekarang, satu orang satu, dengan membawa KTP,” ungkapnya.

Dia pun meminta masyarakat bersama-sama mengawasi distribusi gas, meski saat ini pangkalan juga diawasi agen. Masyarakat diminta melapor jika ada indikasi penyelewengan maupun kelangkaan gas.

“Kami membutuhkan partisipasi masyarakat sebagai pengawas. Apabila menemukan adanya kelangkaan dan sebagainya bisa langsung kontak 135 atau email ke pcc@pertamina.com,” tuturnya. (andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar