Warga Pontianak Timur Keluhkan Pangkalan, LPG 3KG Susah Didapat

ilustrasi gas elpiji.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Warga Jalan Panglima Aim, Kecamatan Pontianak Timur mengeluhkan salah satu pangkalan yang diduga tak mendistribusikan LPG 3 kg sesuai aturan. Gas subsidi untuk masyarakat miskin disinyalir lebih banyak diberikan kepada pengecer. Modusnya dengan menutup pangkalan tak lama setelah gas datang.

“Biasanya jam 12.00 WIB gas datang. Tapi setengah jam sebelum jam 13.00 WIB sudah tutup. Sore dia buka lagi, kita mau beli gas sudah habis,” kata Angga, salah satu warga Jalan Panglima Aim, kepada insidepontianak.com.

Bacaan Lainnya

Dia menjelaskan, kondisi tersebut telah terjadi sekitar dua pekan ini. Selain dia, kondisi yang sama juga dikeluhkan masyarakat sekitar. Untuk mendapatkan gas di pangkalan itu, hanya pada waktu gas tiba saja.

“Kalau pas bongkar kita tetap dikasih, satu tabung,” katanya.

Dia menduga ada permainan antara pihak pangkalan dan pengecer. Dugaan ini bukan tanpa sebab. Angga pernah menjumpai masih ada gas di dalam pangkalan yang diklaim sudah habis. Pangkalan beralasan, tabung LPG 3 kg yang masih berisi tersebut merupakan milik langganan.

“Saya minta satu tabung tak dikasih. Punya langganan pangkalan alasannya. Sampai saya bilang apakah harus langganan dulu saya. Dia diam jak,” ungkapnya.

Selain itu, pria 29 tahun itu juga kerap kali mendapati pangkalan tersebut melayani pengecer dengan jumlah lebih dari tiga buah.

“Yang beli pakai motor kadang sampai empat buah. Ada juga yang bawa pakai keranjang, dan mobil pikap pernah satu kali kita lihat,” terangnya.

Sementara itu, satu pekerja pangkalan tersebut tak memungkiri telah menutup pangkalannya beberapa waktu terakhir ini. Kondisi ini dilakukan karena banyak pelanggan yang tak dikenal menyerbu.

“Baru-baru ini gak. Soalnya kita sorang-sorang. Orang kayak nyerbu. Saat gas kayak gini orang dari mana-mana jak beli,” ungkap perempuan belasan tahun itu.

Pihaknya juga tak bisa, tak membagi gas milik pangkalan kepada pengecer. Apalagi, mereka sudah menjadi langganan lama. Saat gas banjir merekalah yang membantu pangkalan agar tabung kosong tetap tersedia. Kendati demikian, jumlah tabung gas yang diberikan tetap dibatasi.

“Kadang dua sampai tiga tabung,” jelasnya.

Bahkan sering kali, pengecer yang menjadi langganan tidak mendapatkan gas, akibat gas habis.

“Mereka juga ngeluh, saya langganan bertahun-tahun dikurangi, kadang gak dapat sama sekali,” katanya.

Di sisi lain, banyak juga pengecer di luar langganan yang memanfatkan kelangkaan ini. Kadang dia nyuruh orang untuk beli. Dia juga memastikan tidak ada pelanggan yang membawa gas menggunakan mobil pikap, apalagi dalam jumlah banyak. (andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *