Pertamina Kalbar: Pangkalan Jual LPG 3 Kg ke Pengecer Sudah Disanksi

OPERASI PASAR - Diskumdag Pontianak dan Pertamina menggelar operasi pasar LPG subsidi atau gas tabung 3 kg bagi masyarakat dan UKM di Jalan Pak Benceng, Pontianak Kota, Minggu (19/7/2020). ISTIMEWA

PONTIANAK, insidepontianak.com – Sales Area Manager Pertamina Kalbar, Weddy Surya Windrawan mengatakan sudah ada pangkalan gas LPG 3 kg di Pontianak yang disanksi lantaran menjual gas subsidi tersebut ke pengecer. Dia memastikan pihaknya akan mengawasi pihak agen dan pangkalan agar selektif dalam melayani masyarakat yang berhak.

“Untuk yang menyalahi aturan akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku, dan hingga kini memang sudah ada pihak pangkalan yang diberikan sanksi,” katanya, Minggu (19/7/2020).

Bacaan Lainnya

Dia juga berharap, masyarakat melapor jika ada pihak pangkalan yang bermain atau menyalahi aturan. Caranya dengan memfoto atau memvideokannya, sehingga pihaknya bisa memberikan sanksi tegas.

Pertamina dalam hal ini membutuhkan partisipasi masyarakat dalam upaya peningkatan pelayanan dan distribusi LPG di lapangan. Peran aktif masyarakat dapat disalurkan melalui call center Pertamina 135 dan email ke pcc@pertamina.com.

Kepala Diskumdag Kota, Haryadi S Triwibowo mengatakan memang ada indikasi, mereka yang membeli tabung subsidi itu bukan yang berhak.

“Di Kota Pontianak ada sekitar 12 agen, kemudian dijual ke sekitar 300 pangkalan elpiji subsidi, dengan harga Rp14.400 per tabung. Kemudian pihak pangkalan menjual Rp16.500 per tabung, tetapi di lapangan ada dugaan pihak pangkalan menjualnya ke pihak pengecer,” ungkapnya.

Dampaknya, masyarakat dan UKM yang benar-benar berhak menjadi kesulitan untuk mendapatkannya. Dia menambahkan, ada indikasi pihak pangkalan menjual elpiji malah ke pengecer, lalu kemudian pengecer itu menjualnya ke rumah makan, restoran dan lainnya.

“Semestinya kalau memang elpiji itu hanya dibeli oleh masyarakat yang berhak saja, kuota sekitar 21 ribuan tabung/hari bisa mencukupi kebutuhan masyarakat tidak mampu di Kota Pontianak, tetapi karena banyak dibeli oleh yang tidak berhak, maka terjadi antrean di pangkalan-pangkalan, bahkan ada yang membeli di atas harga HET tersebut,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya akan melakukan penindakan terhadap pangkalan-pangkalan itu.

“Bila memang diperlukan maka izinnya usaha akan kami cabut,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. tolong cek suntikan gas di PARIGI LAMA
    tepatnya nya Di TPS ..daerah tangsel
    disana ada 2 simpang 3 DAN 2 pos..
    suntikan 3 kg ke 12 kg dan 50 kg
    mobil 1 hari bisa 80 mbl sampai 90 mbl
    coba hitung berapa banyak gas yg disuntik/polos..
    jokowi . erik tohir. basuki kemana??
    lihat ige n fb.