Karimata Diharapkan Tumbuhkan Ekonomi Kala Pandemi

WISATA - Kepulauan Karimata yang dikelilingi pulau - pulau kecil dan air yang biru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mencoba wisata baru di Kabupaten Kayong Utara. ISTIMEWA

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Wisata Kepulauan Karimata diharap mampu menumbuhkan ekonomi warga Kayong Utara. Apalagi pascaberubahnya status dari Cagar Alam Laut (CAL) menjadi Taman Nasional beberapa waktu lalu.

Bupati Kayong Utara, Citra Duani mengatakan dengan dibukanya akses Karimata sebagai lokasi destinasi wisata baru, akan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah kepulauan. Pasalnya, di masa Covid-19 ini pertumbuhan ekonomi masyarakat sangat lesu. Hal ini dirasakan hampir di seluruh negara.

Bacaan Lainnya
WISATA – Kepulauan Karimata yang dikelilingi pulau – pulau kecil dan air yang biru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mencoba wisata baru di Kabupaten Kayong Utara. ISTIMEWA

Pemda Kayong Utara sendiri akan memetakan lokasi-lokasi wisata yang dapat diakses wisatawan. Alasannya, saat ini ada beberapa kawasan yang masih belum dapat dibuka untuk akses umum karena terkait status kawasan Cagar Alam Laut (CAL).

“Di masa Covid ini ketahanan ekonomi harus bertumbuh pesat untuk menormalisasikan ekonomi kita di sini. Kita akan menyiapkan paket-paket pariwisata, dan kita akan bekerja sama dengan traveller, kemudian perushaan-perusahaan transportasi, sehingga mereka mendatangi destinasi baru, ada great A, great B, C dan D. Jadi yang A, B, ini jangan kita masukkan dulu karena ini masih ada masuk Cagar Alam Laut (CAL),” terang Bupati, Kamis (23/7/2020).

Selain itu, kemudahan akses bagi wisatawan menuju Karimata diatur. Di antaranya diwajibkan mengisi form dari hasil kunjungan atau laporan kecil, yang nantinya data tersebut akan diserahkan ke pihak terkait. Dalam hal ini BKSDA yang bertanggungjawab terhadap kawasan Karimata.

“Mereka wisatawan, boleh ke sana. Tapi nanti mereka mengisi form, kalau CAL itu hanya untuk ilmu pengetahuan dan penelitian, jadi untuk menyiasati ini wisatawan harus mengisi form untuk melakukan pengamatan dan pemantauan di lokasi itu, sehingga itulah laporannya,” jelasnya. (fauzi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *