Cemari Lingkungan, Warga Sungai Pinyuh Minta Peternakan Babi Tak Berizin Ditutup

  • Bagikan
PETERNAKAN - Peternakan babi tak berizin yang berlokasi di RT 01 RW 01 Kelurahan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah dianggap warga sekitar mencemari lingkungan warga sekitar.

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Peternakan babi tak berizin yang berlokasi di RT 01 RW 01 Kelurahan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah mencemari lingkungan warga sekitar.

Limbah kotoran babi mengeluarkan aroma tak sedap selama bertahun-tahun dikeluhkan oleh warga sekitar. Sedikitnya di lokasi peternakan milik warga bernama Akiong alias Hendri tersebut ratusan ekor babi dipelihara. Mulai dari indukan, siap potong, sampai anakan.

Belasan warga RT 05 RW 01 mendatangi lokasi ternak babi dan bertemu dengan pemilik peternakan. Mereka meninjau aliran limbah yang ditampung dalam beberapa kolam, dan kebersihan kandang babi, Sabtu (25/7/2020).

“Kami ingin menyampaikan keluhan warga sekitar kepada pemilik peternakan babi tersebut, yang mana selama bertahun-tahun ini aroma tidak sedap mengganggu masyarakat sekitar,” kata Ketua RT 05, Rinto kepada insidepontianak.com.

Dalam kesempatan itu, pemilik peternakan diminta menunjukkan izin usaha dan izin gangguan lingkungan. Namun pemilik tak bisa menunjukkan kepada warga.

“Istrinya bernama Akim yang mengantar kita meninjau lokasi tidak bisa menunjukkan surat menyurat, kita juga bertanya soal izin analisis dampak lingkungan dan dia tidak punya,” katanya.

Warga juga didampingi oleh pihak kepolisian Polsek Sungai Pinyuh, Babinsa Koramil Sungai Pinyuh, serta tokoh masyarakat.

“Kami melihat sekitar lokasi penampungan limbah kotoran babi, itu berpotensi untuk mencemari aliran parit yang digunakan warga karena jaraknya yang sangat dekat dan beberapa titik tanggul rawan jebol,” kata Marzuki, tokoh masyarakat setempat.

Dia meminta kepada pemilik peternakan babi tersebut agar menutup usahanya. Atau setidaknya pindah ke lokasi lain yang tidak menggangu warga sekitar.

“Kita minta peternakan itu ditutup, karena mencemari lingkungan sekitar, kalau tidak mau tutup silahkan cari tempat lain untuk beternak babi. Bukan menghalangi orang berusaha tapi dia juga harus memperhatikan aspek lingkungan sosial,” tutup Marzuki. (yak)

Komentar
  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: