Pemilik Peternakan Babi di Sungai Pinyuh Bantah Limbah Kotoran Cemari Lingkungan

TUNJUKKAN - Pemilik peternakan babi di RT 01 RW 01, Kelurahan Sungai Pinyuh, Mempawah menunjukkan tanggul di belakang kandang babi yang menahan kotoran masuk ke parit, Sabtu (25/7/2020).

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Pemilik peternakan babi di RT 01 RW 01, Kelurahan Sungai Pinyuh, Akim membantah jika peternakan miliknya mencemari lingkungan.

“Limbah kotoran babi dari peternakan saya ditampung dalam kolam yang cukup luas, sekelilingnya sudah dibuat tanggul, bahkan menggunakan alat berat,” katanya, Sabtu (25/7/2020).

Bacaan Lainnya

Di hadapan belasan warga yang menggeruduk lokasi peternakan miliknya, Akim menjelaskan bahwa meskipun dalam kondisi curah hujan tinggi, banjir tidak akan sampai melewati batas tanggul yang dibuat.

“Kalau hujan terus, banjir di mana-mana cuma tidak sampai melewati tanggul, jadi limbah ini tidak sampai ke mana-mana apalagi mencemari sungai,” katanya.

Mewakili warga yang merasa terganggu dengan adanya peternakan tersebut, Rinto, Ketua RT 05 RW 01, menegaskan bahwa masyarakat merasakan perubahan lingkungan sejak adanya peternakan tersebut.

“Dulu air parit di sini bersih, sekarang sudah kotor dan tercemar, lagi pula siapa yang bisa menjamin kalau limbah kotoran babi ini tidak meluber ke parit yang jaraknya hanya dua sampai tiga meter saja,” tegas Rinto.

Selain limbah kotoran babi yang mencemari parit kata Rinto, masyarakat setempat juga mengeluh karena aroma tidak sedap dari tumpukan limbah tersebut.

“Kita sudah tidak tahan dengan aroma tidak sedap ini, menjelang sore sampai malam biasanya tercium, bukan hanya warga Gang Reformasi saja yang mengeluh, tapi sekeliling ini terkena dampaknya semua,” ungkap Rinto.

Menjawab itu, Akim mengatakan dirinya sudah berupaya menekan aroma tidak sedap dari kotoran babi tersebut dengan mencampurkan zat kimia khusus ke dalam pakan.

“Selain itu saya juga rutin menabur obat di kolam penampungan limbah ini, tujuannya untuk menekan aroma tidak sedap itu,” kata Akim.

Akhir dari pertemuan sekelompok warga yang protes dengan pemilik peternakan babi di Sungai Pinyuh tersebut, pihak kepolisian yang mendampingi akan melakukan mediasi lanjutan untuk mencari solusi. (yak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *