Magnet Sepak Bola Pematang Tujuh, Lapangan Mulus dari Dana Desa

MULUS - Seorang pemain Journalist FC tengah membawa bola ketika meladeni PSAP 07 di lapangan sepak bola Desa Pematang Tujuh, Kubu Raya, Sabtu (25/7/2020). JOURNALIST FC

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Umpan dari kaki ke kaki berjalan tanpa halangan, kecuali kehadiran lawan. Tak ada cerita bola hilang arah. Atau berbelok karena gundukan tanah. Tanah yang rata dan rumput yang rapi di lapangan sepak bola Pematang Tujuh, Kecamatan Rasau Jaya, Kubu Raya jadi kesenangan yang dicari para pemain.

Maka jangan heran, bila tim sepak bola Journalist FC–yang berisikan para jurnalis yang berdomisili di Pontianak, rela bersepeda motor kurang lebih dua jam untuk menjajal tim tuan rumah, Sabtu (25/7/2020).

Cerita soal lapangan yang nyaman itu tak lepas dari upaya Pemerintah Desa setempat. Mereka mengalokasikan dana desa untuk pemeliharaan. Selain jadi rahim bagi bibit pesepakbola desa, lapangan tersebut jadi magnet mendatangkan pendapatan.

 

MULUS – Lapangan sepak bola Desa Pematang Tujuh, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya yang mulus jadi magnet bagi pemain luar desa. JOURNALIST FC

Sekretaris Desa Pematang Tujuh, Ridwan bercerita lapangan Desa Pematang Tujuh mulanya digunakan anak-anak desa setempat untuk berlatih. Desa ini memang terkenal dengan sepak bolanya. Apalagi turnamen antarkampung masih jadi primadona di Kubu Raya. Lapangan itu pun jadi regenerasi pemain.

“Alhamdulilah, para remaja disini banyak yang menyenangi sepak bola. Dengan berolahrga mereka terjauhkan dari hal-hal negatif,” katanya.

Lapangan Pematang Tujuh memiliki kontur tanah berpasir. Hujan pun tak jadi penghalang. Air cepat terserap. Rumput yang dirawat baik, bikin aliran bola tetap lancar.

Selain itu, dari sejumlah lapangan yang ada di Pontianak, biaya sewanya lebih terjangkau. Untuk pertandingan 2×30 menit hanya perlu membayar Rp100 ribu per tim, dan Rp150 ribu per tim untuk waktu 2×40 menit. Semua sudah termasuk upah wasit. Sedang di Pontianak, harga sewa lapangan paling murah Rp200 ribu per tim.

TUAN RUMAH – Tim Persatuan Sepakbola Anak Pematang 7 (PSAP 07) berfoto bersama sebelum bertanding dengan Journalist FC, Sabtu (25/7/2020). JOURNALIST FC

Perbaikan lapangan sepak bola Desa Pematang Tujuh dimulai sejak tiga tahun terakhir. Beberapa waktu lalu, pagar pembatas dibangun.

“Pembangunan pagar lapangan dengan menggunakan dana desa dan buat pembinaan kepemudaan menggunakan Alokasi Dana Desa,” katanya.

Pengembangan lapangan masih terus berjalan. Namun bertahap, sesuai anggaran. Ke depan, bukan tidak mungkin lapangan ini jadi yang terbaik. Bukan tanpa sebab, mesin tebas rumputnya saja, sudah seperti milik stadion klub terkenal.

“Kami beli (mesin tebas) yang sistem dorong. Setelah dicoba ternyata cocok. Pemuda di sini juga antusias untuk memelihara lapangan ini,” ungkapnya.

TANDANG – Tim Journalist FC menjajal tim tuan rumah PSAP 07 di lapangan sepak bola Pematang Tujuh, Rasau Jaya, Sabtu (25/7/2020). JOURNALIST FC

Harapan perbaikan sarana dan pengembangan pemuda lewat lapangan itu juga disampaikan tokoh masyarakat Desa Pematang Tujuh, Adi Junaidi. Dengan perbaikan kualitas lapangan bola, bibit unggul akan lahir.

“Semoga Pemda juga ikut membantu meningkatkan sarana prasaran di desa. Di sini, lapangan juga banyak diminati oleh orang dari daerah luar,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *