PT. Steadfast Marine Diduga Jual Dua Barang Sitaan PN Pontianak

AKSI - Aksi yang digelar puluhan eks karyawan di depan Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, Rabu (29/7/2020).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Dua buah crane yang hendak dilelang untuk membayar pesangon kepada 55 eks karyawan PT Steadfast Marine diduga telah dijual oleh pihak perusahaan. Hal ini disampaikan kuasa hukum eks karyawan, Effendi usai aksi yang digelar puluhan eks karyawan di depan Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, Rabu (29/7/2020).

“Menurut pengacara PT. Steadfast Marine, Musa Surin, barang tersebut sudah dijual. Itu disampaikan ke saya juga ke Panitera Muda PHI Hendra,” tegas Effendi.

Bacaan Lainnya

Sebelum dijual, dua crane tersebut telah dipindahkan ke Parit Mayor. Efendi pun sudah berkoordinasi dan melaporkannya ke PN Pontianak, agar diambil langkah-langkah pengamanan. Namun upaya tersebut tak dilakukan.

“Tiba-tiba, Kamis kita dapat kabar bahwa barang sudah dijual ke Jakarta. Inilah yang kita tanya, kita sudah laporkan, kok barang ini gak dilakukan pengamanan bahkan dijual,” ungkapnya.

Dia juga mempertanyakan beredarnya surat tentang kedatangan PN Pontianak ke perusahaan PT. Steadfast Marine sebagaimana surat Rudi Logam kepada Bursa Efek Indonesia. Surat tersebut seolah-olah menunjukan ada konspirasi antara Pengadilan dan perusahaan.

“Inikan menimbulkan kecurigaan. Wajar pemeriksaan terseok-seok karena ada konspirasi Pengadilan dengan pegusaha. Inilah yang kita tanyakan,” terangnya.

Pihak perusahaan pun berjanji akan menyelidiki siapa pihak Pengadilan yang bertemu Rudi Logam.

Di sisi lain, Effendi juga tak melihat ada progres pelaporan Pengadilan ke Polresta Pontianak atas hilangnya dua barang sitaan yang dititipkan di PT Steadfast Marine. Bahkan Effendi menyebut bahwa Pengadilan bukan membuat laporan, namun baru pengaduan.

“Saya kira itu laporan ternyata bentuknya pengaduan. Pengaduan itu sendiri saya tahu saat saya diperiksa, dan saat ini masih baru mau mencari, padahal jauh hari kita sampaikan keberadaannya di Parit Mayor,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, dua barang sitaan di perusahaan galangan kapal PT Steadfast Marine hilang. Barang sitaan tersebut hendak dilelang kemudian hasilnya untuk pembayaran pesangon 55 eks karyawan PT Steadfast Marine.

“Kami mempertanyakan mengapa dua barang sitaan di PT Steadfast Marine hilang. Padahal barang ini sudah ditetapkan pengadilan sebagai barang sitaan lelang,” kata David, salah satu eks buruh las di PT Steadfast Marine, kepada insidepontianak.com.

David mengatakan, hilangnya barang sitaan itu diketahui  saat calon peserta lelang mendapati dua di antara empat barang yang hendak dilelang telah hilang.

“Padahal jelas barang ini tidak boleh digerakkan,” jelasnya.

Dua barang sitaan yang hilang adalah crane merek Kobelco CC05 kapasitas 100 t dan berkapasitas 50 t. Yang masih tersisa di lokasi hanya satu mesin pemotong plat besi merek Huanheng tipe procut, dan satu mesin pemotong plat besi tipe GS. Nilai empat barang itu mencapai Rp3,4 miliar.

Apalagi kata dia, empat barang sitaan tersebut telah diputuskan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap sebagai barang sitaan, untuk menunaikan kewajiban perusahaan membayar PHK 55 karyawan senilai Rp2,7 miliar. Kasus hubungan industrial ini sudah berlangsung sejak 2016.

Pascahilangnya dua barang sitaan tersebut, puluhan eks karyawan PT Steadfast Marine mendatangi Pengadilan Negeri Pontianak, Kamis (11/6/2020) pukul 11.30 WIB. Mereka meminta pertangungjawaban pengadilan, sampai akhirnya kasus itu dilaporkan pengadilan ke Polresta, Selasa (23/6/2020). Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai kasus itu. (andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *