Merawat Nalar Politik Kontestasi Pilkada Bengkayang

Pilkada Serentak 2020

Peta kontestasi politik di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, semakin mudah dibaca usai pasangan calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada Bengkayang 2020 kian mengerucut. Terbaru, Partai Gerindra melabuhkan dukungannya kepada pasangan Sebastianus Darwis dan Syamsurizal. Bagaimana peluang pasangan calon ini?

Sebelum mendapat rekom dari partai yang didirikan oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, pasangan Sebastianus Darwis-Syamsurizal sudah mendapat dukungan dari Partai Golkar.

Bacaan Lainnya

Dukungan Partai Gerindra untuk Darwis yang merupakan kader lama PDI Perjuangan tersebut, semakin mempersempit ruang gerak partai-partai lain untuk mencalonkan sosok lain sebagai pengganti Suryadman Gidot yang memimpin Kabupaten Bengkayang dua periode, sebelum dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Secara nalar politik, seharusnya partai politik yang akan merekomendasikan calon harus berdasarkan pengamatan objektif, baik dari dukungan akar rumput di lapangan maupun latar belakang calon yang akan diusung. Salah satunya berdasar hasil survei lapangan yang digelar sebelumnya.

Dari survei lapangan yang digelar oleh lembaga kajian komunikasi dan politik Nusakom Pratama, beberapa waktu lalu, sosok Sebastianus Darwis menjadi kandidat yang diinginkan oleh mayoritas warga Kabupaten Bengkayang. 420 Responden yang disurvei, 59,29 persen mengaku mengenal dan mengetahui sosok Sebastianus Darwis.

Sejumlah 38,57 persen responden menyebut kesukaan mereka terhadap figur Darwis, berbanding kandidat lain yang namanya muncul di kontestasi Pilkada Kabupaten Bengkayang.

Hasil Survei Nusakom Pratama terhadap bakal calon di Pilkada Bengkayang. (Foto Nusakom Pratama)

Di sisi lain, Darwis yang merupakan kader PDI Perjuangan belum mendapat rekom dari partainya sendiri. Selama ini, di PDI Perjuangan, calon yang akan diajukan harus memiliki rekam jejak di PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela). Akan sangat aneh jika partai nasionalis ini, mengusung calon yang tidak memenuhi kriteria tersebut.

Terlebih jika rekom partai jatuh ke calon yang terindikasi terlibat kasus korupsi dan moral. Selain berpotensi kalah, keberadaan calon yang seperti itu juga merendahkan marwah partai.

Kabupaten Bengkayang mendapat ‘warisan’ masalah korupsi yang sangat akut oleh pimpinan sebelumnya. Juga banyak anggota dewan setempat yang tersangkut masalah korupsi, bahkan satu di antaranya ada yang juga akan maju dalam Pilkada Kabupaten Bengkayang 2020 ini.

Rekom PDI Perjuangan untuk Pilkada Kabupaten Bengkayang, sepertinya tak jauh dari garis besar partai, yakni rekam jejak PDLT. Pasangan Sebastianus Darwis-Syamsurizal berpeluang besar mendapat ‘mandat’ dari partai moncong putih ini, untuk bertarung memperebutkan jabatan Bupati Bengkayang periode 2020-2024. Darwis dikenal sebagai salah satu ‘Mr Clean dari Bengkayang’.

Terlebih hubungan antara PDI Perjuangan dan Partai Gerindra akhir-akhir ini kian mesra. Baik di pemerintahan pusat maupun di berbagai pilkada. Chemistry yang terbangun antara PDI Perjuangan dan Partai Gerindra sangat berpeluang besar berlanjut di Pilkada Kabupaten Bengkayan 2020. Di Pilkada Tangerang Selatan, Banten, pasangan Muhammad (PDI Perjuangan) bersanding dengan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Partai Gerindra).

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputeri sejauh ini memiliki komitmen tinggi agar kader partainya yang diusung di pilkada, memiliki integritas tinggi dan bersih dari kasus-kasus yang bisa merugikan nama baik partai.

Megawati juga mengisyaratkan perlunya sosok pemimpin baru dan muda sebagai bagian dari regenerasi partai di tahun 2024, termasuk di Kabupaten Bengkayang. Oleh karena itu, calon yang disokong PDI Perjuangan harus berwatak kerakyatan, tidak punya catatan kriminal, serta bebas dari persoalan kasus-kasus moral.

Hingga kini, DPP PDI Perjuangan belum mengeluarkan rekom untuk pasangan calon di Pilkada Kabupaten Bengkayang. Sementara untuk beberapa daerah lain di Kalimantan Barat yang juga akan menggelar pilkada di tahun ini, DPP PDI Perjuangan sudah mengeluarkan rekomnya untuk pasangan calon yang akan berkontestasi. Salah satunya Kabupaten Kapuas Hulu. (*)

Penulis: Ari Junaedi; Pengamat Politik Universitas Indonesia, Sfaf Khusus Presiden Megawati Soekarnoputeri 2004-2010

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *