Diberi Waktu Lima Hari Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg, Pertamina: Kami Kerja Keras

ANTRE - Antrean pembeli gas subsidi dalam operasi pasar di Pasar Dahlia, Pontianak, Jumat (24/7/2020).

PONTIANAK, insidepontianak.com – Gubernur Kalbar Sutarmidji telah memberikan tenggat waktu lima hari kepada Pertamina Kalbar menuntaskan kelangkaan LPG 3 kilogram yang sudah terjadi dua pekan terakhir. Bagi Pertamina penekanan tersebut menjadi suplemen untuk terus bekerja keras dalam melayani dan mendistribusikan LPG di Kalbar.

“Arahan Gubernur tentunya menjadi suplemen bagi Pertamina untuk terus bekerja keras melayani dan mendistribusikan LPG di Kalbar,” ujar Regional Manager Comm, Rel & CSR Kalimantan, Roberth M.V Dumatubun kepada insidepontianak.com, Kamis (30/7/2020).

Bacaan Lainnya

Roberth mengatakan, Pertamina sebenarnya telah menambah kuota gas elpiji 3 kg di pulau Kalimantan, sebesar  446.120 tabung atau sekitar 3,8 persen di atas kuota normal. Sementara wilayah Kalbar ditambahkan sebanyak 163.440 tabung atau sekitar 4,7 persen dari jumlah normal. Pendistribusiannya sudah disalurkan mulai 24 Juli – 1 Agustus 2020.

Tak hanya itu, Pertamina juga telah melakukan operasi pasar di berbagai titik sesuai dengan permintaan dan koordinasi dengan Diskumdag setempat. Di samping itu, Pertamina juga sudah memberlakukan pemesanan LPG 3 Kg H-1 (pesan dulu), keesokannya baru diambil masyarakat.

Langkah ini agar tidak ada antrean yang panjang, namun sudah diketahui Kepala Diskumdag. Kebijakan ini sudah diberlakukan sejak Selasa (28/7/2020) untuk daerah Kubu Raya, Mempawah, dan Pontianak.

“Namun, hal ini akan berlaku semua kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Syaratnya  KTP, KK. Setiap orang satu tabung/KK,” terangnya.

Pertamina juga telah meminta pangkalan agar memprioritaskan pembelian kepada masyarakat sekitar pangkalan, sehingga kebutuhan di sekitar pangkalan terpenuhi.

Ke depannya, Pertamina akan memetakan kebutuhan jumlah pangkalan untuk memenuhi kebutuhan LPG warga sekitar. Pencatatan penjualan di pangkalan akan menjadi dasar.

“Bila ternyata satu daerah, konsumen dan kebutuhanya banyak, pangkalan LPG akan ditambah sesuai dengan kebutuhannya,” ungkapnya.

Dia juga mengajak masyarakat  mengawasi distribusi gas elpiji, dan melaporkan dengan bukti dan fakta di lapangan apabila ada pelanggaran.

“Kita mengajak masyarakat dapat turut mengawasi dan melaporkan dengan bukti dan fakta di lapangan agar pembinaan dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai prosedur yang berlaku,” pungkasnya. (andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *