BPH Migas Wacanakan Bangun Terminal Gas Alam Cair di Mempawah

FOTO BERSAMA - Bupati Mempawah berfoto bersama rombongan BPH Migas ketika kunjungan di Mempawah, Sabtu (1/8/2020). PROKOPIM MEMPAWAH

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Progres pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing di Kecamatan Sungai Kunyit, Mempawah, Kalbar, nyaris rampung. Menjelang pergeseran ekonomi masyarakat sebagai dampak pelabuhan berskala luas tersebut, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) berwacana untuk membangun Terminal Liquid Natural Gas (LNG) atau Gas Alam Cair.

Terminal LNG digadang-gadang akan menjadi langkah tepat untuk mengantisipasi tingginya pemakaian gas di Kabupaten Mempawah. Selain itu juga sebagai pemasok utama kebutuhan gas di Kalimantan Barat khususnya Mempawah.

Bacaan Lainnya

Hal itu diutarakan Bupati Mempawah, Erlina saat menerima kunjungan rombongan Kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa, dalam rangka penyerahan kuota subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), Sabtu (1/8/2020).

“Dari pemaparan Kepala BPH Migas terkait wacana pembangunan Terminal Gas Alam Cair di Mempawah, tentu saya menyambut dengan sangat baik hal itu, sebab pergeseran ekonomi masyarakat sebagai dampak Pelabuhan Internasional Kijing hal itu tentu akan sangat bermanfaat,” ujarnya.

Erlina menjelaskan, manfaat Terminal LNG itu, selain mendukung Kawasan Ekonomi Khsus (KEK), prospek ke depannya juga diharapkan akan menjangkau sektor rumah tangga.

“Sasaran awalnya dari BPH Migas adalah Kawasan Ekonomi Khusus di Mempawah, saya juga sudah mengusulkan ke depannya harus menyasar rumah tangga, yang mana gas dialirkan melalui pipa ke rumah-rumah warga,” ungkapnya.

Menurut Erlina, wacana pembangunan Terminal LNG tersebut diharapkan mampu menjadi solusi untuk mengatasi kelangkaan gas elpiji tiga kilogram bersubidi yang akhir-akhir ini terjadi di Mempawah dan sekitarnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala BPH Migas, menyerahkan secara simbolis kuota subsidi BBM kepada Bupati, yang mana jumlah kuota Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) yakni solar sebesar 29.275 Kiloliter. Sedangkan, Jenis Bahan Bakar Khusus yakni premium sebesar 24.268 Kiloliter. (yak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *