Gubernur Sutarmidji Dorong Pembangunan Jaringan Pipa Gas Trans Kalimantan

Gubernur Kalbar, Sutarmidji.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Gubernur Kalbar, Sutarmidji mendorong rencana pembangunan jaringan pipa gas Trans Kalimantan bisa direalisasikan secepat mungkin. Agar, masyarakat Kalimantan, termasuk Kalbar terutama yang di perkotaan bisa hidup lebih maju. Tidak lagi bergantung dengan gas konvensional, yang seringkali terjadi kelangkaan.

“Jaringan transmisi gas ini harus dipercepat. Supaya kita itu hidup moderenlah. Dan gasnya lebih murah. Mungkin, hanya separuh dari harga gas sekarang,” katanya.

Bacaan Lainnya

Gubernur berharap, Komisi VII DPR-RI yang diketuai oleh Maman Abdurrahman dan BPH Migas terus mengawal proyek strategis itu, agar bisa masuk dalam program strategis nasional.

“Ini harus dikejar terus. (sekarang) progresnya terus ada. Nanti, kalau rapernas sudah oke, jadi program strategis nasional, ya kita bersyukur. Saya mendorong aja,” ujarnya.

Sutarmidji memastikan, Pemprov Kalbar siap mendukung apa saja yang diperlukan untuk mempermudah rencana pembangunan jaringan pipa Trans Kalimantan tersebut agar segera bisa terlaksana.

“Hambatan-hambatan, bisa kita bicarakan. Yang penting masyarakat kita bisa lebih baik lah kehidupannya,” harapnya.

Ketua BPH Migas, Fansurullah Asa menyampaikan, rancangan pembangunan jaringan pipa Trans Kalimantan terus berprogres. Sudah masuk di RPJM. Peraturan Presidennya pun telah ditetapkan.

“Sudah ada perpresnya. Setelah itu, masuk ke dalam RPJMN. Tinggal ke depan, program strategis ini didorong masuk ke dalam renstra dan rencana induk (program pembagunan) pemerintah pusat,” sebutnya.

Jika tahapan itu telah dilaksanakan, maka selanjutnya tinggal membuat rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas nasional di seluruh Indonesia sebagaimana yang diharuskan dalam peraturan BPH Migas.

“Kalau selesai ini, kita bisa melelang. Dengan catatan (sudah ada perhitungan) supplay side dan demand side-nya,” ujarnya.

Untuk supplay side pasokan gas jaringan pipa Trans Kalimantan, sejatinya sudah siap. Bahkan banyak pilihan. Salah satunya bisa pakai gas alam cair atau Liquiefied Natural Gas (LNG) dari Natuna.

“Atau dari FSN Lampung punyanya PGN diangkut ke sini. Atau pipa yang dibangun. Karena dapat info, juga ada di potensi gas di Kalbar,” tutupnya. (abdul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *