SMA/SMK Kalbar Batal Masuk Sekolah 3 Agustus

AMBIL - Petugas Dinkes Kalbar mengambil sampel lendir atau swab nasofaring guru dan tenaga pendukung SMAN 3 Pontianak, Sabtu (1/8/2020). DINKES KALBAR

PONTIANAK, insidepontianak.com – Siswa SMA/SMK sederajat di Kalbar batal masuk sekolah awal Agustus ini. Pasalnya dari hasil swab nasofaring terhadap para guru dan tenaga pendukung di beberapa sekolah di sejumlah kabupaten kota, ada tiga di antaranya yang positif Covid-19.

Sebelumnya, Pemprov Kalbar mewacanakan akan kembali membuka sekolah 3 Agustus 2020. Kewenangan SMA/SMK sederajat, memang ada di tingkat Pemerintah Provinsi.

Bacaan Lainnya

Dimulainya proses belajar mengajar ini hanya untuk wilayah dengan zona hijau penyebaran Covid-19. Atau wilayah tanpa kasus dan diprediksi tak terdampak kasus.

“Setelah diperiksa, dari beberapa sekolah ada beberapa guru yang positif Covid-19. Ini yang jadi salah satu alasan kita belum melaksanakan sekolah secara tatap muka,” kata Kadis Kesehatan Kalbar, Harisson, Minggu (1/8/2020).

View this post on Instagram

Sebelumnya, Pemprov Kalbar mewacanakan akan kembali membuka sekolah 3 Agustus 2020. Kewenangan SMA/SMK sederajat, memang ada di tingkat Pemerintah Provinsi. Dimulainya proses belajar mengajar ini hanya untuk wilayah dengan zona hijau penyebaran Covid-19. Atau wilayah tanpa kasus dan diprediksi tak terdampak kasus. “Setelah diperiksa, dari beberapa sekolah ada beberapa guru yang positif Covid-19. Ini yang jadi salah satu alasan kita belum melaksanakan sekolah secara tatap muka,” kata Kadis Kesehatan Kalbar, Harisson, Minggu (1/8/2020). Dia menerangkan, sesuai dengan keputusan bersama Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama dan, Menteri Dalam Negeri, hanya zona hijau yang boleh melaksanakan sekolah tatap muka. Untuk melaksanakan proses belajar mengajar ini, selain zona hijau, ada persyaratan lain yaitu dapat izin Kemenag atau Pemeritah Daerah. Baca selengkapnya di insidepontianak.com atau klik tautan di bio @insidepontianakcom. #insidepontianak #pontianak #kalbar #beritapontianak #beritakalbar

A post shared by insidepontianakcom (@insidepontianakcom) on

Dia menerangkan, sesuai dengan keputusan bersama Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama dan, Menteri Dalam Negeri, hanya zona hijau yang boleh melaksanakan sekolah tatap muka. Untuk melaksanakan proses belajar mengajar ini, selain zona hijau, ada persyaratan lain yaitu dapat izin Kemenag atau Pemeritah Daerah.

“Satuan pendidikan memenuhi syarat protokol kesehatan, kemudian persetujuan orang tua, jadi orang tua harus memberikan persetujuan,” katanya.

Persiapan untuk dimulainya sekolah sejatinya sudah dilakukan pemerintah dua pekan belakangan. Dinkes Kalbar dan kabupaten kota telah melaksanakan swab pada guru dan rapid test kepada murid di beberapa sekolah.

Hingga kini, Kalbar memiliki 28 kasus positif Covid-19 dengan 25 kasus di antaranya berada di Kubu Raya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *