Antara Rubaeti atau Heroaldi, Calon Bupati Sambas Usungan Golkar-PKB Belum Mengerucut

Bakal calon Bupati Sambas, Rubaeti Erlina.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Koalisi Golkar-PKB di Pilkada Sambas masih menunggu hasil survei, untuk menentukan posisi calon bupati dan wakil bupati yang akan didaftarkan ke KPU September mendatang.

Golkar menyodorkan nama Rubaeti Erlina. Sedangkan PKB usung Heroaldi Djauhardi Awli. Keduanya akan dipasangkan untuk menantang calon kepala daerah petahana.

Bacaan Lainnya

Golkar sendiri punya enam kursi di DPRD Sambas. Sementara PKB empat kursi. Rubaeti menyebutkan, idealnya memang, jumlah kursi menjadi ukuran untuk menentukan posisi calon bupati dan wakil.

Namun, koalisi Golkar-PKB di Pilkada Sambas mengenyampingkan hal itu. Suara masyarakat akan menjadi rujukan penentu siapa nomor 1 dan siapa nomor 2.

“Supaya enak ke depannya, karena kami berdua punya peluang untuk menjadi nomor 1, kita ambil jalan tengah dengan melalui survei pasangan ulang,” kata Rubaeti, Minggu (2/8/2020).

Survei itu dilakukan bersama-sama oleh DPP Golkar dan DPP PKB. Hasil survei itulah yang bakal digunakan untuk menetapkan calon bupati dan wakil bupati yang akan didaftarkan koalisi Golkar-PKB ke KPU Sambas yang tahapannya tinggal sebulan lagi.

“Golkar sudah positif koalisi dengan PKB di Pilkada Kabupaten Sambas. Ya, harapan kita, pastilah Golkar ingin kadernya yang terbaik bisa nomor 1,” tegas Rubaeti.

Mantan anggota DPR-RI itu merasa percaya diri dicalonkan Golkar di Pilkada Sambas. Bukan tanpa alasan. Jauh hari sebum Pilkada serentak ini, Rubaiti mengklaim dirinya sudah sangat dekat dengan masyarakat Sambas.

“Sejak 20 tahun yang lalu, saya sudah berkolaborasi dengan mereka (masyarakat Sambas). Saya pernah diantarkan mereka menjadi anggota DPR RI. Sekarang, saya juga ingin memberikan bakti saya kepada masyarakat Sambas,” tegasnya.

Jika terpilih menjadi Bupati Sambas, Rubaeti sudah punya target kerja prioritas. Menurutnya, paling mendasar yang harus dibenahi di Kabupaten Sambas yaitu infrastruktur jalan. Kualitas infrastruktur jalan menjadi kunci penentu maju tidaknya suatu daerah.

“Ketika infrasrtuktur itu maksimal, ekonomi otomatis jalan. Pendidikan jalan. Kesehatan akan jalan. Selama ini, infrastruktur jalan di Kabupaten Sambas masih banyak yang rusak,” sebutnya.

Kondisi itu otomatis berdampak besar pada perlambatan pembangunan di seluruh sektor. Termasuk percepatan pelayanan publik ikut terganggu.

“Misalnya, jika ada warga sakit parah, atau ada yang mau melahirkan, sementara jalan rusak. Hal ini tentu saja menyulitkan warga untuk mengakses pelayanan yang cepat. Jadi, nanti yang akan paling kita perhatikan itu, soal infrastruktur jalan. Setelah itu, baru yang lain-lain,” tutupnya. (abdul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *