Hampir Setahun, Polresta Pontianak Belum Limpahkan Tersangka dan Ribuan Botol Miras ke Kejari

RILIS PERS - Polresta Pontianak Kota saat merilis pengungkapan kasus miras ilegal, Rabu (31/10/2019). Saat itu tersangka turut dihadirkan. Namun hingga kini tersangka dan barang bukti belum dilimpahkan ke Kejari Pontianak.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kepolisian Polresta Pontianak Kota hingga kini belum melimpahkan tersangka dan barang bukti ribuan botol minuman keras (miras) hasil pengungkapan yang dilakukan Oktober 2019 lalu, kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Pontianak. Kasusnya pun kini masih terkatung-katung. Padahal berkasnya sudah dinyatakan lengkap atau (P-21) sejak Desember 2019.

“Sampai saat ini tersangka dan barang bukti belum dilimpahkan kepolisian kepada kita,” ujar
Kasi Pidum Kejari Pontianak, Agus Sastrawan, Rabu (5/8/2020).

Bacaan Lainnya

Agus mengatakan, Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan (SPDP) dari kepolisian diterima Kejaksaan per 1 November 2019 lalu. Selanjutnya ditunjuklah dua jaksa untuk
meneliti berkas secara formal dan materil pada tanggal 12 November 2019.

“Setelah berkas diteliti, baik secara formil dan materil, dan lengkap diterbitkanlah P-21 dan dikirimkan surat pada 26 Desember 2019,” terangnya.

Namun, pascaberkas dinyatakan lengkap, penyidik Polresta Pontianak Kota belum juga melimpahkan tersangka dan barang buktinya kepada Kejaksaan. Semestinya setelah P-21, dilakukan pelimpahan tersangka dan barang bukti.

Kejaksaan bahkan telah menerbitkan P-21 A untuk menanyakan tersangka dan barang bukti yang belum juga dilimpahkan pada 15 Februari 2020.

Agus mengaku, tak mendapatkan penjelasan kendala dari kepolisian.

“Saya kira itu karena kondisi Covid-19, sehingga penyidik belum menyerahkan tersangka dan barang bukti,” paparnya.

Kejaksaan pun berencana mengembalikan SPDP ke polisi agar tak terjadi tunggakan kasus sebagaimana SOP Kejaksaan.

“Kalau misalnya tak dilimpahkan barang bukti dan tersangka kita kembalikan berkas SPDP ke penyidik,” imbuhnya.

Kendati demikian, Agus tidak menutup kemungkinan berkasnya bisa diterima kembali jika ada kepastian dari penyidik. Ada tersangka dan berkasnya.

Sementara itu, Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Komarudin ketika dikonfirmasi mengatakan belum menerima surat dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pontianak tentang belum dilimpahkannya tersangka dan barang bukti kasus tersebut.

“Kami belum terima suratnya. Kalau memang ada pasti kita tindak lanjuti. Kalau sudah P-21 kendalanya di mana pasti kita tindak lanjuti,” ujar Komarudin.

Dia memastikan, pihaknya akan memenuhi apa yang diminta Kejaksaan. Terlebih kasus tersebut sudah P-21.

“Jadi tidak boleh ada yang tergantung, semuanya harus kita serahkan,” ungkapnya.

Ditanya keberadaan tersangka, Komarudin mengaku akan mengeceknya lebih dulu di Polresta.

“Ini harus dicek. Tersangkanya siapa pun saya tidak tahu. Apakah pernah ditahan. Prosesnya gimana nanti akan kita buat jelas,” pungkasnya.

Sebelumnya, 4.111 botol minuman keras ilegal dari berbagai merek disita aparat kepolisian Polresta Pontianak, Kamis (24/10/2019) malam. Barang tersebut diamankan dari seorang tersangka, RIW di sebuah truk di Jalan Arteri Supadio, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Dia hendak mengirimnya ke Semarang melalui Pelabuhan Dwikora Pontianak.

“Rencananya minuman beralkohol tersebut hendak dikirim pelaku RIW ke Semarang, melalui pelabuhan Dwikora Pontianak,” kata Kapolresta Pontianak Kota yang saat itu dijabat AKBP Ade Ary Syam Indra, Rabu (31/10/2019) sore.

Namun miras yang ditaruh dalam kardus dan karung tersebut duluan terendus petugas sehingga gagal dibawa ke pelabuhan.

“Jadi ada informasi masyarakat ada sebuah truk yang membawa ratusan bahkan ribuan miras,” tuturnya.

Polisi yang bertugas di kawasan Pelabuhan Dwikora (KP3L) bersama Satreskrim Polresta Pontianak Kota bergerak cepat melacak truk miras itu. Hingga akhirnya pukul 23.15 WIB aparat tak berhasil menangkap. Supir dan kernet diinterogasi. Mereka hanya menunjukan selembar nota angkutan dan legalitas mobil berupa STNK.

“Didalami petugas perizinanan usaha perdagangan, kepemilikan, supir lalu berkomunikasi dengan RIW,” katanya.

RIW pun diburu hingga akhirnya berhasil ditangkap di sebuah indekos di Kota Pontianak. Dari pengungkapan ini, pihaknya berhasil mengamankan sedikitnya 12 jenis miras.

“Setelah kita hitung jumlahnya ada 4.111 botol minuman. Yang rata-rata kadar alkoholnya 40 persen,” pungkasnya. (andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *