Helm SNI dan Pengendara Bawah Umur Dominasi Pelanggaran Operasi Patuh Kapuas Ketapang

Kasat Lantas Polres Ketapang, AKP Aditya Octorio.

KETAPANG, insidepontianak.com – Penggunaan helm tak Standar Nasional Indonesia (SNI) dan pengendara bawah umur mendominasi pelanggaran Operasi Patuh Kapuas 2020 di Ketapang.

“Tilang 379, teguran 551, didominasi pelanggaran penggunaan helm SNI dan berkendara di bawah umur. Untuk roda empat penggunaan sabuk pengaman ada 14 pelanggaran,” terang Kasat Lantas Polres Ketapang, AKP Aditya Octorio, Rabu (5/8/2020).

Untuk menekan angka pelanggaran, Satuan Lalulintas Polres Ketapang sudah bersosialisasi langsung dan via media, baik media cetak, elektronik, dan media sosial.

Selain itu, di masa pandemi Covid-19 ini, mereka membuat Ruang Henti Khusus (RHK) untuk sepeda motor di marka jalan yang dibuat di dekat lampu pengatur lalu lintas. Seperti di simpang empat RSUD Agoesdjam Ketapang.

“RHK ini untuk memberikan jarak antara pengendara satu dengan lainnya, ke depan akan kami evaluasi RHK tersebut, apakah memungkinkan untuk dibuat lagi di traffic light yang lain,” tuturnya.

Namun, kesadaran masyarakat masih belum mencapai 50 persen. Diperkirakan karena hal ini masih terbilang baru dan belum diketahui masyarakat.

“Sejauh ini tingkat kepatuhan untuk RHK sendiri baru sekitar 40 persen,” ungkapnya. (fauzi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *