Cara Dayat Edukasi Masyarakat Kepulauan, Potong Rambut Bayar Pakai Sampah Plastik

PANGKAS - Dayat tengah memangkas rambut seorang anak di tepian Pantai Desa Padang, Kepulauan Karimata, Sabtu (8/8/2020). Dia memberikan jasanya dengan dibayar sampah plastik.

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengedukasi masyarakat agar dapat menjaga lingkungan. Satu di antaranya dengan memberikan jasa potong rambut dan bayar dengan sampah plastik.

Metode ini dipakai Dayat, pemangkas rambut asal  Sukadana, Kabupaten Kayong Utara Dayat. Dia memilih Dusun Tanjung Ru, Desa Padang, Kecamatan Kepulauan Karimata. Wilayah kepulauan yang memiliki keindahan bahari yang harus dijaga.

Bacaan Lainnya

“Keindahan alam yang diberikan Sang Pencipta ini perlu dijaga, diantaranya dengan tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.

Dia melihat potensi wisata besar di Desa Padang, Kecamatan Karimata. Potensi wisata yang saat ini sedang didorong Pemerintah Daerah. Dayat pun mendorong dan membantu mengembangkannya dengan pangkas rambut bayar dengan sampah plastik.

“Ini sekaligus bentuk edukasi ke masyarakat kepulauan,” terang Dayat.

Untuk mendapatkan jasa potong rambut ini, Dayat hanya meminta 1 kilogram sampah. Selain itu yang menjadi prioritas adalah anak-anak. Menurutnya, mengedukasi anak untuk menjaga lingkungan sangat penting, agar rasa peduli itu tertanam sejak dini, dan akan melekat ketika mereka beranjak dewasa nanti.

“Agar anak-anak ini mengerti kebersihan dan menjaga lingkungan di pulau ini. Sekarang ada sekitaran 6 karung, satu anak satu kilogram sampah,” tuturnya.

Dalam praktiknya, dia memotong rambut di alam terbuka. Di tepian Pantai Desa Padang. Pekerjaan yang membawa kesan tersendiri bagi pria bertubuh mungil ini. Sebelumnya, Dayat selalu melayani pelanggannya di dalam ruangan yang ber-AC.

“Kalau di Sukadana kan kita motong rambut pelanggan di ruangan, pake AC. Di sini (Padang) kita motong rambut di tepi pantai, mandang laut yang biru, udara pantai yang segar, ini sangat berkesan bagi saya, dan menjadi pengalaman pertama saya,” tambahnya. (fauzi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *