Masyarakat Perjuangkan Pemekaran Desa Kepayang Mempawah

SEPAKAT - Masyarakat sepakat pemekaran Desa Kepayang di Rumah Adat Dayak, Dusun Bilado, Kecamatan Anjongan, Sabtu (8/8/2020) kemarin.

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Setelah dua kali dibahas dalam rapat yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, perjuangan pemekaran Desa Kepayang, Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah di depan mata.

“Kita berharap semua elemen masyarakat di Desa Kepayang mendukung pemekaran ini, saya sendiri sebagai warga setempat tentu sangat mendukung sekali,” kata tokoh pemuda Desa Kepayang, Fetrus Anyim, Minggu (9/8/2020).

Dia menjelaskan, pembahasan pemekaran Desa Kepayang sudah dua kali dibahas dalam rapat. Pertama di Kantor Kampung KB. Kedua di Rumah Adat Dayak, Dusun Bilado, Kecamatan Anjongan, Sabtu (8/8) kemarin.

“Pemekaran Desa Kepayang menjadi desa baru mendapat dukungan dari anggota DPRD Kabupaten Mempawah, Leopole Van Aert, yang mana beliau juga hadir dalam rapat di Rumah Adat Dayak kemarin,” kata Fetrus.

Salah satu yang dibahas oleh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan para pemuda di Rumah Adat Dayak ketika rapat pemekaran Desa Kepayang adalah panitia pemekaran desa.

“Hasilnya, sudah ditentukan yang mana panitia pemekaran desa diketuai oleh Fransiskus, Sekretaris Supandi, dan Bendahara Supiri, kemudian para seksi-seksi yang akan berperan aktif dalam kepanitiaan,” ujar Fetrus yang juga Komisioner KPU Mempawah.

Di samping itu, anggota DPRD Kabupaten Mempawah, Leopole Van Aert menyambut baik rencana pemekaran Desa Kepayang tersebut. Dia memastikan bahwa rencana itu sudah masuk dalam Raperda Kabupaten Mempawah 2020.

“Tentu kita sangat mendukung sekali, mudah-mudahan pemekaran Desa Kepayang yang sudah didambakan masyarakat sejak dulu bisa segera terwujud, apalagi ini sudah masuk dalam Raperda 2020, tinggal sedikit lagi,” katanya.

Dilansir dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Mempawah, Desa Kepayang sejak tahun 2016 sudah dinobatkan sebagai Kampung KB. Secara geografis, luas wilayah Desa Kepayang 20,60 KM2, dengan rincian luas wilayah 650 hektar, tanah kering 2560 hektar, tanah basah 800 hektar, hutan lindung 100 hektar, yang dinilai sudah layak dimekarkan. (yak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *