Anggota DRPD Kalbar Minta Sekolah Dibuka Setelah Vaksin Covid-19 Ditemukan

Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Tony Kurniadi

PONTIANAK, insidepontianak.com – Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Tony Kurniadi meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) tak memaksakan digelarnya pembelajaran tatap muka selama vaksin Covid-19 belum ditemukan. Dia menilai, kebijakan tersebut sangatlah tidak tepat dilakukan. Apalagi jika kebijakan diambil hanya mengacu pada zona wilayah yang kondisinya dapat berubah sewaktu-waktu.

“Kita tidak setuju membuka sekolah selama pandemi masih berlangsung, dan belum ada vaksin,” tegas Tony Kurniadi.

Bacaan Lainnya

Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) ini menilai, zona wilayah bukanlah acuan tepat Pemerintah untuk membuka kembali pembelajaran tatap muka. Sebab hal tersebut sangatlah fluktuatif.

“Faktanya hari ini ada wilayah yang masuk kategori zona hijau, kemudian besok ada dua-tiga orang postif. Kemudian belasan orang positif, jadi gak bisa jadi acuan,” terangnya.

Dia mengaku heran dengan kebijakan Pemprov yang terkesan berubah-ubah terkait kebijakan tatap muka di sekolah.

“Inikan aneh-aneh, apakah pemerintah sudah letih? Sehingga pola berpikirnya tidak terstruktur dengan baik,” katanya.

Dia mendesak Pemerintah mengutamakan kesehatan dan keselamatan jiwa setiap individu, lebih-lebih peserta didik. Pemerintah juga harus mengutamakan kesabaran. Apalagi vaksinnya belum ditemukan.

“Jadi kita harus bersabar saja, sebab suatu pandemi ada waktu memulai dan waktu berakhir,” jelasnya.

Selain itu, dia juga mendesak Pemerintah segera memenuhi kekurangan infrastuktur pendidikan daring, terutama di wilayah perbatasan. Pemerintah juga diminta memberikan dukungan dalam pemberian kuota internet kepada siswa, sehingga meringankan ekonomi keluarga.

“Kita minta pemerintah juga memberikan dukungan kota internet, termasuk juga operator harus memberikan bonus kuota kepada siswa,” pungkasnya. (andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *