Jalan Kriminal Terhenti di ATM ke 14, Dua Pelaku Diamankan

BERAKSI - Dua pelaku perusakan ATM saat tengah berakhir di salah satu ATM di Pontianak beberapa waktu lalu.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Dua pelaku perusakan 14 Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Kota Pontianak berhasil diringkus petugas kepolisian Polda Kalimantan Barat. Pelaku yang beraksi selama dua hari dari tanggal 8 hingga 9 Agustus 2020 ini dibekuk petugas saat hendak beraksi di mesin ATM salah satu SPBU Kubu Raya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar, Kombes Pol Lutfhie Sulistiawan mengungkapkan, para pelaku perusakan berhasil diamankan berkat kerja sama pihak bank dan vendor pengadaan mesin ATM.

Bacaan Lainnya

“Berawal dari adanya laporan sistem pada salah satu ATM BNI di Kota Pontianak, vendor ATM yaitu PT SSI melakukan pengecekan dan ditemukan adanya kerusakan pada bagian tempat keluar uang mesin,” ungkapnya.

Dari temuan tersebut, vendor berkoordinasi dengan Bank BNI dan mengecek unit ATM lain.

“Mengetahui adanya kerusakan lainnya sebanyak 13 unit ATM, pihak vendor dan bank melaporkan pada pihak kepolisian dan dilakukan rangkaian penyelidikan,” tambahnya.

Minggu 9 Agustus 2020 sekitar pukul 22.30 WIB, petugas kepolisian mengintai ATM BNI di SPBU Jalan Mayor Alianyang, Kabupaten Kubu Raya dan ditemukan dua orang melakukan pencurian dengan merusak ATM BNI tersebut.

“Pelaku berinisial HD (24) dan SS (42), berhasil dibekuk saat melakukan aksinya di ATM ke 14,” ungkapnya.

Adapun barang bukti yang berhasil petugas amankan berupa satu buah obeng dan dua pengait besi yang digunakan pelaku untuk merusakan mesin ATM. Barang bukti lain yang turut diamankan petugas berupa dua unit sepeda motor dan uang tunai sebesar Rp600 ribu.

“Untuk kerugian dari pihak bank sebesar Rp11 juta,” jelasnya.

Kombes Pol Lutfie Sulistiawan juga menerangkan, saat ini kedua pelaku masih dilakukan pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar untuk mengetahui sindikat kejahatan dengan sasaran ATM. Kedua pelaku terancaman dikenakan pasal pencurian dengan pemberatan 363 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *