Sejak Maret 2020, Pemkab Kubu Raya Telah Bagikan 150 Ribu Masker Kain kepada Masyarakat

BAGIKAN - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendra membagikan masker kepada masyarakat beberapa waktu lalu.

KUBU RAYA, insidepontianak.com – ‘Maskerku Pakaianku’ slogan ini menggema sejak pandemi Covid-19 di Kalbar, Maret 2020. Gagasan inovatif itu digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya, untuk memutus mata rantai Covid-19 di tengah terjadinya kelangkaan masker medis. Lewat tangan 10 konveksi perempuan desa, sedikitnya lebih 150 ribu masker kain telah dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

“Ada sekitar 150 ribu masker kain yang sudah kita produksi sejak Maret 2020 dan langsung dibagikan kepada warga masing-masing Kecamatan dan Desa, dan kini terus berlanjut,” kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan.

Bacaan Lainnya

Pencegahan Covid-19 menurutnya, harus dimulai dari kedisiplinan masyarakat dalam menggunakan masker dan mematuhi protocol kesehatan Covid-19.

“Untuk itulah kita selalu menyosialisasikan penggunaan masker untuk menjaga kesehatan dan pencegahan Covid-19,” terangnya.

Pemkab pun konsisten mengedukasi dan memastikan bahwa setiap orang mempunyai masker kain. Setelah itu juga menanamkan kesadaran agar nantinya masker menjadi kebiasaan seperti halnya pakaian.

“Diharapkan masker nantinya menjadi kebiasaan karena sudah seperti pakaian yang mana setiap orang sudah punya. Inilah kebijakan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan akan terus kita proses dan produksi sampai kita harapkan semua masyarakat Kubu Raya punya masker pribadi,” tuturnya.

Terobosan penggunaan masker kain ini pun sesuai dengan arahan pemerintah pusat yang diumumkan secara langsung oleh Juru Bicara Penanganan Covid-19, Achmad Yuniarto dalam konferensi pers, Minggu (5/4/2020). Selain itu, juga dengan Surat Edaran Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Tranmigrasi Republik Indonesia 4 Agustus 2020 tentang Gerakan Setengah Miliar Masker untuk Desa Aman Covid-19.

“Jadi kaitan dengan edaran Menteri Desa yang sekarang tentang gerakan setengah miliar masker itu Kubu Raya melalui desa-desa kami sudah menjalankan sejak awal pandemi, Maret 2020,” tambahnya.

Lewat terobosan inovatif itu, 10 koveksi perempuan desa yang memiliki 30 sampai 40 penjahit juga merasakan manfaatnya.

“Mereka kita suruh jahit. Setelah itu, kita beli dengan dana sumbangan ASN kemudian mereka juga yang membagikan,” terangnya.

Darso, salah satu pengusaha koveksi yang berada di Desa Rasau Jaya mengucap syukur atas terobosan yang dilakukan Bupati Kubu Raya. Langkah itu dinilai sangat membantu perekonomian anggotanya.

“Alahamdulillah sangat membantu perekonomian saat pandemi yang telah terjadi penurunan penghasilan,” ungkapnya.

Sejak Maret, pihaknya telah diminta bergerak memproduksi masker kain di tengah kelangkaan. Setelah itu masker hasil produksi dibeli Pemkab Kubu Raya dan dibagikan kepada masyarakat.

“Masker-maskser ini masih kita produksi, dan langsung kita bagi kepada masyarakat,” pungkasnya. (andi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *