Wali Kota Pastikan Tak Intervensi Seleksi Direktur PDAM Pontianak

Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono memastikan tak akan ada intervensi terhadap kinerja pansel dalam penjaringan para calon direktur Perumda Tirta Khatulistiwa.

“Nanti akan diusulkan (nama-nama), setelah dites. Ada ranking 1,2,3 yang dinaikkan ke saya,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Dia menerangkan akan banyak faktor dan variabel penilaian. Calon harus memenuhi persyaratan teknis, psikologis, maupun komitmen untuk membangun PDAM.

“Karena kebutuhan air itu penting, dan merupakan salah satu kebutuhan prasarana dasar. Sangat penting untuk kesehatan dan kemajuan,” imbuhnya.

Edi membeberkan sejumlah kriteria yang sedang dicari untuk menduduki jabatan Direktur Utama Perumda Tirta Khatulistiwa. Di antaranya, figur harus memahami manajemen permasalahan air di Kota Pontianak. Misalnya saat musim kemarau, sumber air kerap asin, pipa bocor atau kebocoran yang tinggi, masalah pelanggan, tunggakan atau piutang, serta sejumlah masalah internal.

“Direktur yang nanti harus dapat membina dan menjadikan perusahaan sehat serta menyelenggarakan manajeman yang baik,” katanya.

Dia mempersilakan masyarakat yang memenuhi kualifikasi untuk mendaftar. Jabatan Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa sendiri akan berakhir September 2020 mendatang. Dalam seleksi kali ini, ada tambahan satu Direktur Perumda Tirta Khatulistiwa, yakni Direktur Pelayanan. Hal tersebut sebagai upaya untuk memperkuat layanan.

“Itu juga mengacu pada PP 41 tentang BUMD PDAM. Jadi memungkinkan untuk ada penambahan direktur agar pelayanan lebih optimal,” ujarnya.

Selain amanah aturan, tambahan direktur itu juga selaras dengan kebutuhan layanan PDAM, karena saat ini total pelanggan PDAM sudah mencapai 100 ribu pelanggan.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin meminta panitia seleksi mempublikasikan nama-nama pendaftar posisi Direktur Utama, Direktur Pelayanan, dan Direktur Administrasi dan Keuangan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Pontianak periode 2020-2025. Pendaftarannya sendiri dibuka 6-14 Agustus 2020.

Publikasi itu penting sebagai bentuk kontrol publik terhadap perusahaan plat merah milik Pemerintah Kota Pontianak tersebut. Dengan demikian, masyarakat bisa melihat langsung siapa dan bagaimana latar belakang para calon pemimpin di perusahaan penyuplai air bersih mereka. Memang saat ini proses pendaftaran masih berjalan. Ketika ditutup nanti, dia meminta nama-nama pelamar posisi direktur diumumkan.

“Panitia seleksi juga harus menyediakan layanan masukan dari masyarakat terkait latar belakang para calon. Istilahnya ada uji publik,” katanya, Senin (10/8/2020).

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, publikasi nama calon itu penting sebagai bentuk transparansi dan keterbukaan. Dengan demikian, masyarakat bisa memberikan masukan langsung kepada panitia seleksi. Apakah calon yang mendaftar, benar-benar orang berkualitas atau tidak.

“Harapan kami orang yang melamar mengerti manajemen masalah air dan PDAM, jangan orang yang tidak mengerti lalu ditunjuk jadi direktur,” katanya.

Dalam dua periode terakhir, jabatan Direktur Utama selalu diisi pegawai PDAM. Mereka mengikuti lelang jabatan dan memiliki latar belakang jelas di dunia tersebut. Itu pun pelayanannya masih sering dikritik masyarakat. Maka sudah tentu, latar belakang ini menjadi penting untuk perbaikan pelayanan ke depan.

Satar menjelaskan, DPRD memiliki fungsi pengawasan. Namun tidak turut campur dalam proses pemilihan. Hanya saja, setiap tahun, ada anggaran APBD yang mengalir ke Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa dengan ketok palu mereka. Dia pun mengharapkan mereka yang menjadi direktur ke depan, benar-benar orang berpengalaman.

“Apa pun keputusan Wali Kota kami terima, tapi kami berharap orang yang akan masuk di jabatan tersebut kompeten di bidangnya,” katanya.

Dia menyebut, masalah yang dihadapi perusahaan air minum Pontianak terbilang rumit. Pasalnya setiap tahun akan menghadapi kendala sumber air asin dan sebagainya. Direktur baru diharapkan bisa mengatasi semua masalah tersebut. Minimal, tak berulang tiap tahun.

“Tim seleksi saya lihat cukup memadai,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *