Yandi: Tidak Boleh Ada Titipan dalam Seleksi Dirut PDAM Pontianak

Anggota DPRD Pontianak, Yandi.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Anggota DPRD Pontianak, Yandi menegaskan tidak boleh ada titipan pejabat dalam seleksi posisi Direktur Utama, Direktur Pelayanan, dan Direktur Administrasi dan Keuangan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Pontianak periode 2020-2025. Dia pun meminta tim seleksi bekerja objektif. Proses seleksi itu sendiri masih dalam tahap pendaftaran yang akan tutup 14 Agustus 2020.

“Tidak boleh ada yang main-main dengan hal ini apalagi terindikasi titip-titipan. Semua harus transparan sesuai kompetensi dan kebutuhan. Bukan sesuai urgensi dan keinginan,” katanya.

Bacaan Lainnya

Dia menilai kinerja direktur sebelum sudah cukup baik. Dia tidak ingin yang menggantikan justru orang yang tak paham tata kelola air. Posisi yang tersedia harus diisi orang berkompeten.

“Siapa saja yang ingin masuk ke manajemen PDAM, harus tahu persis permasalahan PDAM. Bukan masalah historis tapi ke depan, tapi bagaimana pengembangan PDAM dengan pemanfaatan teknologi, jadi harus orang yang mumpuni,” tegasnya.

Selain menguasi sistem yang selama ini berjalan, pendaftar posisi itu harus menguasai teknologi yang ingin diterapkan ke depan. Dan Yandi berujar, tidak sembarangan orang berkemampuan seperti itu.

“Ini harus benar-benar diseleksi berdasarkan acuan yang tadi kita sampaikan. Jadi jangan sampai melalui pertimbangan lain sehingga kompetensi ini menjadi terabaikan,” katanya.

Politisi Hanura ini menekankan, panitia seleksi punya peran besar dalam menjaring nama-nama yang diusulkan untuk jadi direktur perusahaan milik Pemkot Pontianak tersebut.

“Sekarang tugas utama pansel untuk menyeleksi, dia harus objektif, karena ikut bertanggung jawab dalam menakhodai PDAM itu,” tutupnya.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *