Aksi ‘Belut’ Pengedar Narkoba Berakhir di Tanjung Raya 2, Terancam Hukuman Mati

DIAMANKAN - Lima orang pengedar narkoba di Pontianak berhasil diamankan Satuan Reserse Narkoba Polresta Pontianak Kota, Kamis (13/8/2020) sore.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Mr sudah lama jadi target operasi Satuan Reserse Narkoba Polresta Pontianak. Perempuan 44 tahun itu selalu lolos dari incaran. Aksinya yang licin bikin petugas kewalahan. Namun semua itu berakhir di wilayah Tanjung Raya 2, Kecamatan Pontianak Timur, Kamis (13/8/2020) sore.

Satuan Reserse Narkoba Polresta Pontianak Kota berhasil menangkap lima pelaku penjual narkotika jenis sabu di wilayah Tanjung Raya 2, Kecamatan Pontianak Timur, Kamis (13/8/2020) sore. Dari tangan pelaku, polisi menyita dua ons sabu siap edar yang dikemas dalam plastik transparan.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah tadi sore jajaran Sat Res Narkoba kembali mengungkap narkoba jenis sabu sebesar 2 ons lebih dari tangan lima orang,” kata Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Komarudin, Kamis (13/8/2020) malam.

Komarudin menuturkan, tiga dari lima pelaku adalah perempuan berinisial NP (38) SF (37), MR (44). Sementara dua pelaku lainnya adalah pria berinisial KT (47), dan HH (38).

“Kelimanya merupakan pengedar dan kurir,” terangnya.

Dalam mengedarkan barang haram ini, kelimanya memiliki peran masing-masing. Mulai dari penghubung, pengantar, hingga mengatur strategi. Sejak lama polisi pun telah mengintai MR, satu dari empat pelaku yang merupakan pengedar.

“MR merupakan salah satu target yang sudah lama menjadi incaran kita. Aksinya cukup licin, namun hari ini dapat kita tangkap,” ungkap dia.

Polisi terus melakukan pengembangan kasus ini, guna memburu pelaku penyuplai narkoba di Kota Pontianak. Dari hasil penyelidikan sementara, cukup banyak orderan dan pesanan narkotika kepada pelaku. Hal tersebut diketahui dari hasil komunikasi di ponsel mereka.

“Pemesan barang haram itu cukup banyak, orderan datang dari wilayah Kota Pontianak yang saat ini sedang didalami petugas,” timpalnya.

Saat ini kelimanya sedang diproses hukum sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Sementara Mr akan dijerat dengan 114 jo. 132 UU 35 2009 dengan ancaman hukuman 20 tahun sampai dengan hukuman mati.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *