Pegawai BP2TD Mempawah Akui Umbul-umbul Baru Dipasang 13 Agustus

MERIAH - Kantor Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat Mempawah meriah dengan hiasan bertema kemerdekaan yang dipasang Kamis (13/8/2020) sore.

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Satu di antara karyawan BP2TD Mempawah yang menolak namanya ditulis mengatakan, pihaknya memang baru memasang umbul-umbul dan dekorasi kemerdekaan, Kamis (13/8/2020) sore.

“Iya bang memang kemarin tanggal 13 Agustus sore baru dipasang,” ucapnya melalui sambungan telepon.

Bacaan Lainnya

Tepatnya pemasangan itu mendapat kritik anggota DPRD dan veteran Mempawah. Ketika ditanya mengapa umbul-umbul tersebut tidak dipasang sejak tanggal 1 Agustus, dia tak bisa memberikan penjelasan.

“Itu kurang tahu juga saya, Bang. Lagi pula kalau belum ada petunjuk (pimpinan) kami tidak berani, karena mereka banyak yang sedang diklat,” katanya.

Insidepontianak.com sedang berupaya mengonfirmasi hal tersebut kepada Kepala BP2TD Mempawah, Muhammad Abduh melalui telepon, namun belum tersambung.

Sebelumnya diberitakan, setelah 13 hari berjalan di bulan Agustus, Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BP2TD) Kabupaten Mempawah baru memasang umbul-umbul memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-75.

Pemasangan umbul-umbul tersebut jauh dari edaran Bupati Mempawah, Erlina Ria Norsan yang selaras dengan instruksi Presiden Joko Widodo. Di mana seluruh instansi, perkantoran dan masyarakat diimbau memasang bendera serta umbul-umbul mulai dari 1 Agustus sampai 31 Agustus 2020.

Di Kabupaten Mempawah, masyarakat sangat antusias memasang bendera, dan umbul-umbul demi memeriahkan HUT RI. Bahkan toko-toko retail dan gang sempit, juga memasang umbul-umbul. BP2TD baru memasang umbul-umbul, Kamis (13/8/2020) sore.

Seorang veteran pejuang di Kabupaten Mempawah, Abah Munsri pun meneteskan air mata.

“Dulu saya ditugaskan menjadi pemikul kotak amunisi di perbatasan Indonesia-Malaysia, ketika itu kami mendapat perintah menghadang tentara Malaysia, dalam peristiwa Dwikora,” tuturnya.

“Kalau semua itu dianggap biasa-biasa saja, saya rasa bangsa ini sudah kehilangan harga diri terhadap para pejuang kemerdekaan,” sambungnya.

Dia terisak di ujung telepon. Tak terbayang kesedihannya. Jerih payahnya dan veteran lain tidak dihargai oleh salah satu instansi terkenal di Mempawah.

“Saya berani katakan, ini adalah kelalaian yang luar biasa, instansi tersebut harus diberikan teguran,” tutupnya. (yak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *