Pekerja Seni Sesalkan Rencana Pemprov Kalbar Jual Aset Taman Budaya

Seniman Kalbar, Yohanes Palaunsuka.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pekerja seni Kalbar, Yohanes Palaunsuka menyesalkan rencana Pemprov Kalbar menjual aset Taman Budaya di Jalan A Yani, Pontianak. Apalagi tempat relokasi Taman Budaya belum disiapkan. Sehingga kalau dijual, pekerja seni terancam kehilangan tempat untuk berkarya.

“Kenapa harus dijual. Kalau bisa aset tetap menjadi aset. Harusnya dikembangkan. Bukan dijual. Jangan dengan mudah menjual aset,” pesannya.

Bacaan Lainnya

Dia pun mengingatkan, Pemprov Kalbar jangan hanya berpikir soal profit atas penjualan aset tersebut. Apalagi harus mengorbankan ruang-ruang publik.

“Pemprov jangan menganggap profit itu suatu kemajuan ekonomi. Tapi, sebenarnya mental dan budaya itu yang menjadikan manusia lebih baik,” katanya.

Menurutnya, nasib pekerja seni yang menginginkan fasitias yang baik, sampai sekarang tak kunjung diberikan pemerintah. Justru tempat yang ada akan digusur.

“Jadi, tolong Pemprov meninjau kembali rencana menjual aset taman budaya ini. Bila dijual sangat disayangkan,” katanya.

Taman Budaya sendiri, sudah dicanangkan akan dipindah di Komplek Rumah Radankg dan Rumah Adat Melayu, Jalan Sultan Syahrir Kota Baru, Pontianak.

Namun bagi Yohanes, rencana itu hanya sekadar wacana. Pasalnya sudah sejak dulu hal itu disampaikan pemerintah. Namun, sampai sekarang juga belum terealisasi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *