Polemik Ganti Rugi Makam Tionghoa, YPKOT dan YBB Bertarung di PN Mempawah

PASANG - YPKOT memasang plang perkara di areal makam yang terdampak pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing, di Kecamatan Sungai Kunyit, Mempawah, Senin (20/7/2020). YAK

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Sidang perdana gugatan perdata Yayasan Pelayanan Kematian Orang Tionghoa (YPKOT), Kecamatan Sungai Kunyit, Mempawah, Kalimantan Barat akan digelar pada Rabu 19 Agustus mendatang.

Sidang tersebut akan menjadi ajang adu data dan validitas antara YPKOT dan Yayasan Bhakti Baru (YBB). Selain itu YPKOT juga menggugat BPN Mempawah dan Pelindo II. Dua yayasan ini berseteru dalam klaim ganti rugi lahan terdampak pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing.

Bacaan Lainnya

Kuasa Hukum YPKOT, Raymondus Loin menjelaskan di sidang perdata tersebut kedua belah pihak akan beradu data validitas kepemilikan hak atas yayasan yang selama ini diperebutkan.

“Dalam sidang perdata nanti, kita akan mengadu bukti kepemilikan berdasarkan kebenaran,” katanya, Kamis (13/8/2020) malam.

Dia pun menyerahkan semuanya di atas koridor hukum. Sebab selama ini, jalan yang ditempuh kliennya sudah sesuai dengan jalur hukum.

Di sisi lain, Kuasa Hukum YBB, Lipi memastikan pihaknya sudah sangat siap menghadapi gugatan perdata yang dilayangkan YPKOT.

“Ini adalah momentum untuk membuka semuanya kepada publik, ini adalah kesempatan kami membuktikan bahwa YBB adalah yayasan yang sah dengan karena akta kami bukan akta di bawah tangan,” kata Lipi.

Secara empiris kata dia, YPKOT 1976/YBB 2014 selalu aktif melakukan kegiatan yayasan dari berdiri hingga saat ini.

“Seperti contoh mengurus pemakaman dan membersihkan makam, jadi bukan karena uang mau cair lalu membuat yayasan padahal tidak melakukan kegiatan sebagaimana yang dikehendaki dalam Anggaran Dasar YPKOT 1976,” pungkasnya. (yak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *