Kemenkop Gencarkan Pelatihan di Daerah Pusat Lahirnya Wirausaha Muda

PELATIHAN - Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenkop UKM Arif Rahman Hakim saat memberi sambutan dalam pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Kualitas SDM KUMKM di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (15/8/2020).(Antara)

PURWOKERTO, insidepontianak.com – Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM terus berupaya memacu percepatan pertumbuhan ekonomi di sejumlah daerah melalui kegiatan pelatihan bagi pegiat koperasi serta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Pelatihan yang kami selenggarakan sekarang ini salah satu tujuannya adalah memacu percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah,” kata Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenkop UKM Arif Rahman Hakim di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dilansir dari Antaranews, Sabtu (15/8/2020).

Bacaan Lainnya

Arif mengatakan hal itu kepada wartawan usai pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas dan Kualitas SDM KUMKM di Kabupaten Banyumas “KUMKM Eksis dan Mampu Beradaptasi Pada Masa Pandemi dan New Normal COVID-19” yang diikuti oleh 150 pegiat koperasi dan pelaku UMKM se-Banyumas.

Kegiatan tersebut meliputi pelatihan perkoperasian bagi koperasi wanita, pelatihan kewirausahaan sektor pertanian/perkebunan dan perikanan/peternakan, pelatihan kewirausahaan perhutanan sosial, pelatihan peningkatan strategi bisnis wirausaha, serta pelatihan kewirausahaan bidang fesyen.

Menurut dia, Kemenkop UKM telah memilih daerah-daerah yang dijadikan sebagai lokasi kegiatan pelatihan yakni lima daerah wisata unggulan dan sejumlah daerah yang diidentifikasi sebagai pusat lahirnya wirausaha-wirausaha muda, salah satunya Purwokerto.

Ia mengatakan dalam pelatihan tersebut pihaknya selalu menekankan agar pelaku optimistis, bersemangat, bisa bertahan, bangkit, dan tetap tumbuh, di tengah situasi serba sulit akibat pandemi COVID-19.

“Pelatihan ini kami desain untuk menjawab permasalahan-permasalahan yang memang ada sekarang ini, antara lain adalah permasalahan pemasaran yang menurunkan pemasaran mereka. Kemudian kesulitan-kesulitan di dalam mengakses ke sumber-sumber pembiayaan, keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan untuk produk-produk tertentu yang permintaannya tumbuh pada masa pandemi seperti sekarang ini,” katanya.

Ia mengatakan tidak hanya sebatas memberikan pelatihan, pihaknya juga melakukan pendampingan-pendampingan melalui Dinas Koperasi setempat.

Selain itu ada pendampingan melalui layanan konsultasi yang dilaksanakan oleh Smesco Indonesia misalnya konsultasi dalam bidang pemasaran.

“Kami juga bersinergi dengan para pelaku atau pegiat pemberdayaan UMKM terutama marketplace yang sudah eksis sekarang ini, kami libatkan untuk melatih di bidang digitalisasi pemasaran,” katanya.

Arif mengatakan pihaknya akan memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp12 juta bagi peserta terbaik yang mengikuti pelatihan tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *