Rencana Diresmikan 2021, Kantor Desa Sungai Purun Besar Malah Roboh

AMBRUK - Kantor Desa Sungai Purun Besar di Jalan Kebun Jeruk, Kecamatan Segedong, Mempawah ambruk, Sabtu (15/8/2020) pagi.

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Kantor Desa Sungai Purun Besar, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah ambruk dan nyaris rata dengan tanah padahal direncanakan akan diresmikan tahun 2021.

Kepala Desa Sungai Purun Besar, Basuni mengatakan progres pembangunan kantor desa itu sampai saat ini sudah mencapai 80 persen. Rencananya tahun 2021 akan diresmikan secara besar-besaran.

Bacaan Lainnya

“Rencana kita akan diresmikan secara besar-besaran tahun 2021 nanti, kalau progres pembangunannya saya hitung-hitungan sudah mencapai 80 persen,” katanya, Sabtu (15/8/2020).

Dalam pembangunannya, Kantor Desa Sungai Purun Besar dianggarkan melalui APBDes multiyear mulai dari 2018, 2019, dan 2020 yang mana anggaran mencapai Rp900 juta rupiah.

Ambruknya bangunan tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 pagi WIB, beruntung empat pekerja pilar bangunan selamat karena belum masuk kerja.

“Saya masih tidur diberitahukan kalau kantor desa ambruk, untung saja empat orang pekerja pilar belum masuk kerja, biasanya jam 7 pagi sudah kerja,” katanya.

Ambruknya bangunan Kantor Desa Sungai Purun Besar, Kecamatan Segedong, Mempawah, Sabtu (15/8/2020) diduga karena pondasi runtuh akibat kondisi alam. Pihak terkait akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait adanya bagian pondasi yang runtuh.

“Wah ini bagian pondasinya yang runtuh, pengerjaannya ada konsultan ndak ini,” tanya Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi kepada Kepala Desa Sungai Purun Besar, Basuni saat melakukan peninjauan, Sabtu (15/8/2020).

Muhammad Pagi mengatakan, runtuhnya bangunan yang dikerjakan secara swakelola tersebut akan ditindaklanjuti oleh pihak terkait seperti Inspektorat dan Bidang Pemdes.

“Kepala Desa sudah kita suruh membuat laporan, mulai dari kronologi sampai proses pengerjaan bangunan tersebut,” katanya.

Muhammad Pagi menduga, kondisi alam menjadi faktor utama ambruknya bangunan tersebut. Namun dia belum bisa memastikan karena belum ada pemeriksaan lebih lanjut.

“Kalau kita lihat tadi memang pondasinya turun, jadi dugaan kita karena kondisi alam, bisa saja karena curah hujan yang tinggi, tapkani nanti yang memastikan adalah hasil pemeriksaan pihak terkait,” katanya.

Proyek bangunan Kantor Desa yang sudah berjalan selama tiga tahun sejak 2018 tersebut menggunakan anggaran senilai lebih kurang Rp900 juta.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *