Polosnya Anak Sungai Pinyuh Munculkan Gelak Tawa di Hari Kemerdekaan

BERSIAP - Peserta sepeda lambat di Gang Reformasi, Sungai Pinyuh bersiap menunggu aba-aba dimulainya lomba, Senin (17/8/2020).

KMEMPAWAH, insidepontianak.com – Kaki-kaki menginjak enggolan. Satu kaki lain menjejak tanah. Di kanan-kiri ada orang dewasa, namun pandangan mereka lurus ke depan. Menghadap garis finis. Mungkin dalam hati anak-anak itu bergolak, “akulah sang pembalap!”.

Ketika panitia memberi aba-aba mulai, seluruh tenaga dikerahkan. Belingsatan. Seperti ada cokelat tinggal lahap di depan, mereka berkejaran tiba duluan. Padahal, yang diikuti lomba sepeda lambat.

Bacaan Lainnya

Layaknya panggung komedi, tingkah lucu anak-anak itu memecahkan gelak tawa emak dan bapak warga Gang Reformasi, Sungai Pinyuh Mempawah, Senin (17/8/2020). Apalagi saat anak-anak yang gagal paham, protes ke panitia. Finis duluan, tetapi tak juara.

Rupa-rupanya, mereka tidak mengerti peraturan yang dijelaskan panitia. Namanya sepeda lambat, peserta yang paling akhir sampai, adalah pemenangnya. Tawa orang tua pun seperti bendera disentuh angin, tak henti walau ingin.

Lomba itu memang atas inisiatif warga. Mereka swadaya meramaikan kemerdekaan, walau sederhana.

“Tujuan kita satu, memeriahkan HUT RI ke-75 ini. Kita juga mempererat tali silaturahmi antarwarga, kemudian ini juga menjadi hiburan bagi kami di sini,” kata Ketua RT 05, Rinto.

Ketua Panitia Perlombaan, Hanafi menambahkan, berbagai jenis perlombaan yang mereka adakan di antaranya lomba memasukkan paku dalam botol, lomba memindahkan kelereng dengan sendok, lomba sepeda lambat, lomba makan kerupuk, dan lomba menangkap bebek.

“Kita bagi dua acara perlombaannya hari ini, yakni pagi dan sore, supaya lebih meriah, untuk hadiahnya kita swadaya warga saja. Mudah-mudahan hal seperti ini bisa memperkuat semangat NKRI,” kata Hanafi.

Acara perlombaan yang difasilitasi oleh Lurah Sungai Pinyuh, Gusti Sumarno ini tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19.

“Peserta dan penonton kita imbau pakai masker, menjaga jarak dan bagi warga yang sakit kita suruh diam di rumah saja,” ujar Gusti Sumarno.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *