Masyarakat Sambas Cenderung Ingin Pemimpin Baru, Satono-Rofi Punya Kans Menang

Pengamat politik Untan, Syarif Usmulyadi.

SAMBAS, insidepontianak.com – Pengamat politik Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Syarif Usmulyadi melihat, masyarakat Kabupaten Sambas saat ini cenderung menginginkan pemimpin baru. Kursi petahana yang kini diduduki Atbah-Hairiah dinilai tak aman. Dari tiga pasang calon yang mencuat, nama Satono-Rofi dianggap sebagai lawan kuat Atbah-Hairiah dan punya kans menang.

“Saya melihat ada ketidakpuasan masyarakat atas kepemimpinan Atbah-Hairiah yang diharapkan mampu membawa Sambas lebih maju, ternyata biasa-biasa saja,” terang Usmulyadi.

Bacaan Lainnya

Untuk itulah, mayoritas masyarakat Sambas mengharapkan ada gebrakan baru, dan pemimpin baru yang dapat membawa Sambas lebih baik. Ketidakpuasan masyarakat inilah, yang diserap berbagai partai politik, sampai akhirnya muncul tiga calon alternatif menantang Atbah-Hairiah di Pilkada Sambas 2020.

“Tiga calon penantang petahana ini membuktikan bahwa petahana dianggap pesaingnya bukan lawan yang begitu berat,” ungkapnya.

Usmulyadi menilai, peluang Atbah-Hairiah bertahan di kursi Bupati dan Wakil Bupati masih 50 persen. Petahana, dinilai harus bekerja keras melakukan pendekatan kepada masyarakat secara langsung agar menarik simpati.

“Kalau itu tak dilakukan maka berpotensi akan kalah,” imbuhnya.

Dari tiga nama yang santer menjadi penantang Atbah-Hairiah, dia melihat pasangan Satono-Rofi yang punya kans menang paling besar. Pasangan ini, dinilai menarik perhatian masyarakat karena figurnya muda milenial.

“Kemudian masyarakat percaya mereka sangat mengerti pemerintahan karena keduanya PNS. Sehingga dengan memilih mereka, mungkin akan ada terobosan baru yang dilakukan, karena mereka paham pemerintahan,” tuturnya.

Selain itu, jika dilihat dari pembelahan etnis, figur Satono yang merupakan mualaf akan berpeluang dipilih 12 sampai 13 persen penduduk Sambas dari etnis Tionghoa. Pasangan ini juga dianggap kuat karena figur Rofi yang merupakan anak mantan Bupati Sambas, Burhanudin yang ketokohannya masih sangat kuat.

“Artinya di belakangnya ada good father yang memberikan masukkan-masukkan dan pengaruh yang cukup luas di Sambas,” jelasnya.

Di sisi lain, pasangan ini juga diuntungkan dengan efek ekor jas partai pengusung mereka yakni Gerindra dan PAN. Sebab pada Pemilu 2019 lalu, kedua partai ini mengusung Prabowo Subianto maju sebagai calon Presiden dan berhasil meraup suara masyarakat Sambas. Kondisi ini, tentu akan memberikan pengaruh terhadap perilaku memilih masyarakat Sambas.

“Jadi peluang yang besar bisa menyaingi Atbah-Hairiah adalah Satono-Rofi. Peluang Atbah-Hairiah 50-50 untuk bisa bertahan dan atau bisa digulingkan,” tegasnya.

Selain itu, tiga calon lain yakni Helman-Darso dinilai memiliki kans menang kecil. Apalagi, Helman tak begitu dikenal masyarakat karena kiprahnya selama ini di Pontianak, meskipun kelahiran Sambas. Begitu juga dengan pasangan yang mungkin akan diusung Golkar-PKB yakni Hero-Rubaeti.

Sebagaimana diketahui ada tiga calon yang dipastikan maju dalam Pilkada Sambas 2020. Mereka adalah Bupati petahana Atbah Romin Suhaili-Hairiah. Pasangan ini diusung PKS, Demokrat, dan PPP. Selain itu, pasangan Helman Fachri-Darso yang didukung PDI Perjuangan dan NasDem. Serta pasangan Satono-Fahrurrofi yang diusung PAN dan Gerindra. Sementara itu, koalisi Golkar-PKB yang digadang-gadang mengusung Hero-Rubaeti belum menentukan sikap, siapa yang dimajukan sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *