Sebastianus Darwis: Merawat Kejujuran dan Kerakyatan dari Pinggiran Kalbar

KARIB - Anggota DPRD Kalbar, Sebastianus Darwis dan penyanyi terkenal, Andre Hehanusa bertemu saat acara PDIP. Keduanya adalah sahabat karib dan satu kost-an saat sama-sama kuliah di STIE Perbanas Jakarta. (Foto Ist)

Kami bertemu dan wawancara dengan Sebastianus Darwis, anggota DPRD Kalbar, minggu lalu di sebuah hotel di Kota Pontianak. Penampilannya sederhana. Tak menunjukkan karakter dan sosok ala pejabat. Saat pertama bertemu, mungkin orang yang tak mengenalnya, bisa menganggapnya sebagai orang yang berjarak. Tapi itu hanya berlangsung beberapa menit saja.

Ketika pembicaraan dimulai, ia orang yang hangat dan mudah diajak ngobrol apa saja. Wawasan dan pengetahuannya tentang sesuatu baik sekali. Tawanya berderai. Tak berupaya menutupi sikap atau jaim. Ia bersikap apa adanya. Bahasa tubuhnya yang menunjukkan.

Bacaan Lainnya

Apalagi saat bicara mengenai Kabupaten Bengkayang. Ada tujuh atau delapan tempat yang kami sebut, ia tahu dan hafal daerah itu. Mulai dari wilayah pedalaman, kota hingga pesisir. Tak hanya tahu, ia kenal tokoh masyarakatnya. Juga sejarah, kondisi sosial dan sistem perekonomian warga.

BERGURAU – Sebastianus Darwis (kaus putih) asyik bergurau dengan warga di salah satu warung di Bengkayang. Politisi satu ini memang biasa berkumpul dengan masyarakat. ISTIMEWA

Terlahir sebagai anak pejabat, tak buat Sebastianus Darwis bergaya hidup mewah. Selama 12 tahun pendidikan dasar, putra sulung Bupati Bengkayang 1999-2010, Jacobus Luna ini jalan kaki. Kesederhanaan yang menempanya jadi liat dan merakyat.

Sejak  kecil, Sebastianus Darwis sudah menyandang status anak pejabat ternama. Ayahnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) sukses. Pernah jadi Camat Samalantan, Kepala Bagian Pembangunan di Singkawang, pembantu bupati pertama di Sekayam Sanggau, hingga berada di puncak karier sebagai Sekda Mempawah selama sembilan tahun, pembantu gubernur, hingga jadi Bupati Bengkayang.

Kesuksesan kepala keluarga itu tak mengubah filosofi hidup mereka. Tetap sederhana. Buktinya, Darwis tetap jalan kaki ke sekolah. Tak ada fasilitas kendaraan yang melekat. Sesuatu yang, buatnya jadi bahan gunjingan.

“Bapak saya Sekda, tapi saya diolok-olok teman karena sekolah jalan kaki,” cerita anggota DPRD Kalbar, dari daerah pemilihan (dapil) Singkawang–Bengkayang, periode 2019-2024 ini.

Tak jarang, dengan nada bercanda, Darwis membalas gurauan temannya.

“Saya bilang, kamu jangan olok saya. Bapakmu pejabat eselon III tapi bisa pakai motor King, korupsi kali Bapakmu,” katanya sambil tertawa.

Darwis mengidolakan sosok ayahnya. Hidup lurus, mengabdi total. “Bapak saya benar-benar hanya makan gaji pegawai,” tegasnya.

RESES – Anggota DPRD Kalbar, Sebastianus Darwis saat reses bertemu warga menyerap aspirasi mereka tahun 2019. Kegiatan resesnya selalu dipenuhi warga. ISTIMEWA

Tak heran, meski anak pejabat, Darwis tak pernah merasa tinggi. Ia bahkan merasa tak punya apa-apa. Sejak kecil, nilai-nilai kejujuran, selalu ditekankan. Anak diajarkan tak boleh mengambil hak orang lain, bergaul dengan siapa pun, tanpa sekat, agama dan kelas ekonomi. Sikap itu menemaninya tumbuh.

“Saya suka turun ke kampung-kampung, orang kematian atau pesta,” lanjutnya.

Kedisiplinan, jadi satu yang tak lepas. Terutama urusan belajar. Namun, orang tuanya tak pernah memaksakan masa depan. Anak dibebaskan memilih pekerjaan. Tidak pernah ditunjuk, apalagi dipaksakan. Tapi dengan catatan, kejujuran dan membantu orang lain harus jadi pegangan.

“Makanya orang mengenal ayah saya, di mana dia kerja pasti banyak kesan,” jelasnya.

Dia diajari, apa pun yang dikerjakan, harus meninggalkan kesan baik. Untuk itulah, sejak meniti karier di politik, sampai jadi Ketua DPRD Bengkayang hingga sekarang, dia paling antibersitegang. Akan tetapi, tak ragu melakukannya jika untuk keadilan. Misalnya ketika membangun mushala di Kantor DPRD Bengkayang.

“Waktu itu kita banyak kunjungan dari Jawa. Saya Katolik namun saya buat itu. Saya ingin selama saya menjadi pimpinan,adil untuk seluruh anggota DPRD dan seluruh isi kantor,” katanya.

“Saya akan mencoba mencontoh beliau (ayahnya), walau itu berat,” timpalnya.

KAMPANYE – Sebastianus Darwis saat kampanye dalam Pileg Kalbar 2019 di Bengkayang. ISTIMEWA

Pemimpin Aspiratif

Darwis itu penggemar Soekarno. Ia kagum dengan kemampuan berorasi dan diplomasi Soekarno. Darwis juga membaca buku-buku karangan Soekarno.

Darwis kuliah di STIE Perbanas Jakarta. Satu kamar dengan Andre Hehanusa, penyanyi terkenal yang populer lewat lagu Kuta Bali. Seringkali, Andre minta Darwis mendengarkan lagu ciptaannya, sebelum diperdengarkan ke orang lain. Persahabatan keduanya masih berlangsung hingga sekarang. Kebetulan, Andre Hehanusa juga turun ke dunia politik, kader partai moncong putih juga.

Karier politik Sebastianus Darwis dimulai sejak menjadi anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tahun 2003. Ia bergabung setelah didorong beberapa sahabat. Bersama partai moncong putih, Darwis memegang sejumlah jabatan, mulai Wakil Ketua DPC PDIP Bengkayang 2005-2015, hingga posisi ketua 2015-2020.

Setahun berkader, ia nekat maju pemilihan DPRD Bengkayang periode 2004-2009. Langkahnya mulus. Kursi parlemen diduduki. Tahun 2009, sulung empat bersaudara ini kembali maju. Masyarakat masih percaya padanya. Malah diantarkan sampai posisi Ketua DPRD Bengkayang.

Saat menjabat Ketua DPRD, Darwis dikenal sebagai tokoh yang peduli dan dekat dengan semua golongan. Gedung wakil rakyat selalu terbuka menerima aspirasi masyarakat.

“Satpam pernah saya tegur karena melarang masyarakat yang pakai celana pendek dan sandal masuk DPRD. Saya bilang suruh masuk ini rumah rakyat, kalau Anda masih begitu besok Anda saya ganti,” ceritanya.

Keluhan masyarakat jadi makanan sehari-hari. Salah satu yang paling ramai, ketika demo tenaga honor K-1 dan K-2 di Bengkayang.

“Saya bilang, jangan demo Kantor Bupati, tapi DPRD. Di sanalah tempat kita berdiskusi, kemudian kita bahas bersama Pemkab Bengkayang, dan dapat diselesaikan,” tuturnya.

Semua keluhan selesai dengan kepala dingin. Tak pernah ricuh. Walau memang, masih banyak aspirasi masyarakat yang belum terakomodir. Hal tersebut tak lepas dari posisinya, yang hanya berada di fungsi pengawasan. Bukan eksekutor.

“Makanya saya bilang dengan masyarakat, kalau saya hanya legislatif mungkin hanya sebagian keluhan Anda yang bisa saya akomodir. Makanya saya terpanggil menjadi eksekutif (bupati) karena dengan itu saya bisa menjawab keluhan masyarakat,” terangnya.

Maju Pilkada Bengkayang

Sosok muda yang punya potensi ini, dipastikan maju dalam kontestasi Pilkada Bengkayang 2020. Ia berpasangan dengan Syamsul Rizal, kader partai Golkar. Pasangan bakal calon (balon) Bupati dan Wakil Bupati ini telah diusung dua partai, yakni Golkar dan Gerindra. Keduanya memperoleh sembilan kursi DPRD dan cukup mengantarkannya mendaftar ke KPU.

“Saya maju karena keterpanggilan. Jujur sebenarnya saya sudah tidak mau maju. Namun masyarakat Bengkayang, di perbatasan, pesisir, maupun di kota memanggil saya untuk maju,” terang pria kelahiran Singkawang, 28 Juli 1973 ini.

Majunya Darwis dalam kontestasi Pilkada di ‘Bumi Sebalo’ bukan kali pertama. Tahun 2010 ia pernah maju sebagai calon wakil bupati berpasangan dengan Moses Ahie, namun hanya finis di posisi kedua. Begitu juga di tahun 2015 lalu, saat maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Rurakhmad.

Pertarungan melawan petahana Suryadman Gidot dan Agustinus Naon berlangsung sengit. Sayang, garis tangannya belum Bupati Bengkayang. Lagi-lagi posisi kedua dengan meraup 53.965 suara atau 49,37 persen. Kalah 1.376 suara dari incumben Suryadman Gidot yang meraup sebanyak 55.341 suara atau 50,63 persen.

Calon Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis (kiri) dan wakilnya Syamsurizal (kanan).

Di Pilkada 2020 ini, Darwis tak diusung moncong putih, partai yang selama ini membesarkannya. Rekomendasi partai besutan Megawati Soekarnoputri itu, diberikan kepada Martinus Kajot dan Carlos Djaafara. Namun, Darwis tak patah arang. Ia yakin, tanpa PDIP ia mampu merebut suara rakyat.

“Saya pernah tanding di 2010 dan 2015. Saya punya pemilih. Sampai sekarang masih setia, dan bahkan bertambah,” terangnya.

Darwis yakin kontestasi Pilkada 2020 akan berbuah kemenangan. Apalagi namanya sudah sangat dikenal karena dua kali mencalonklan diri. Ia juga anggota DPRD terpilih dengan suara terbanyak.

“Jadi sudah sangat familier, tinggal bagaimana berpolitik santun, menjual program, menarik simpati masyarakat. Terakhir jaga TPS,” terangnya.

Darwis tak memiliki strategi khusus yang dilakukan untuk merebut kursi Bupati, selain turun ke masyarakat dan menjual program.

“Turun ke lapanganlah, blusukan ke orang-orang, jual program,” ulangnya.

BERCENGKRAMA – Sebastianus Darwis bercengkrama dan berfoto bersama warga usai kejuaraan olahraga yang dilangsungkannya beberapa waktu lalu di Landak. ISTIMEWA

 

Bangun Bengkayang

Bumi Sebalo memang sedang dilanda masalah. Bertubi-tubi pejabat daerahnya tersandung kasus hukum. Masih hangat di ingatan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terkait suap yang menjerat  Bupati Bengkayang Suryadman Gidot, 3 September 2019 lalu. Selain itu, adapula kasus korupsi Bantuan Khusus (Bansus) untuk 48 desa di Bengkayang 2017 yang menyeret beberapa pejabat struktural .

Jika terpilih Darwis, ia bertekad membangun Bengkayang dengan kerja nyata. Salah satunya melakukan penataan dan pembenahan birokasi, dengan menempatkan ASN sesuai dengan kapasitasnya.

“Pungli harus kita hindari,” jelasnya.

Di sisi lain, ia juga akan melakukan percepatan pembangunan infrastruktur di beberapa ruas jalan di 17 kecamatan yang belum teraspal, misalnya saja di wilayah Siding dan Suti Semarang.

“Ini prioritas kita jika terpilih sebagai Bupati Bengkayang,” terangnya.

ORATOR – Sebagaimana idolanya, Soekarno, Darwis juga seorang orator. Dia kerap tampil jadi juru bicara dalam kampanye PDI Perjuangan di berbagai wilayah. ISTIMEWA

Dalam dua tahun pemerintahan, Darwis menargetkan menyelesaikan masalah listrik yang belum teraliri di sekitar 30 desa di Bengkayang. Selain itu membangun jaringan internet, air bersih dan pendidikan.

“Beasiswa utusan daerah zaman Gidot dan Jakobus luna akan dilanjutkan dengan skala proporsional, orang yang layak, cerdas, itu yang kita sekolahkan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Bengkayang sebagai daerah yang punya potensi daratan yang subur, dan bisa dimaksimalkan dalam bidang pertanian, peternakan, bahkan perkebunan. Darwis akan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalbar memodernisasi pertanian dan peternakan masyarakat. Termasuk menggali potensi perikanan di 12 pulau di Bengkayang.

“Ini bisa jadi potensi PAD dan menyejahterakan masyarakat,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *