Yordanes: Tanda Tangan Rekomendasi Dadi Sudah Izin Sekretaris Demokrat Melawi

Ketua DPC Partai Demokrat Melawi, Yordanes. (ist)

MELAWI, insidepontianak.com – Ketua DPC Partai Demokrat Melawi, Yordanes mengakui pihaknya telah memaraf surat usulan rekomendasi atas nama Sekretaris DPC Demokrat Melawi untuk Dadi Sunarya dan Klusen, sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Melawi 2020.

Kendati demikian, tanda tangan tersebut dilakukan setelah mendapatkan izin Sekretaris DPC Bastian Suryadi.

Bacaan Lainnya

“Memang tanda tangan tu, saya yang tanda tangan. Karena ini sangat dibutuhkan saya izin beliau (Bastian Suryadi) untuk memaraf dan menandatangi,” kata Yordanes kepada insidepontianak.com, Selasa (18/8/2020).

Sebelum surat usulan rekomendasi tersebut, pihaknya telah meminta Sekretaris DPC Demokrat turun ke Jakarta agar seluruh persyaratan administrasi yang dibutuhkan dapat dilengkapi. Namun, Bastian mengaku takut ke Jakarta karena tes cepat atau Rapid Test, selain itu, ada pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan.

“Jadi beliau melimpahkan segala kebijakan termasuk mengambil keputusan yang bersifat politis. Jadi tidak benar kalau saya saya tidak berkoordinasi dengan beliau, saya juga kaget, kenapa beliau kayak gitu,” terangnya.

Sebelumnya DPC Partai Demokrat Melawi telah mengusulkan tiga nama ke DPD yakni almarhum Firman Muntaco, Panji dan Dadi. Setelah masuk ke DPD, maka tugas DPD mengusulkan ke DPP. Namun dari tiga nama, Panji dianggap tak memenuhi syarat, kemudian Firman sudah meninggal.

“Maka DPD minta DPC mengusulkan satu nama sehingga diusulkan Dadi,” jelasnya.

Dirinya tidak mempermasalakan jika Bastian Suryadi melaporkan kasus tersebut ke polisi atau ke Dewan Kehormatan Partai. Kendati demikian dia berharap ada komunikasi baik yang bisa dilakukan demi menjaga marwah partai.

“Kalau masih bisa dikomunikasikan bagi saya tidak masalah. Tapi jika beliau mau membawa ke pidana saya juga tidak masalah,”pungkasnya

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris DPC Demokrat Melawi, Bastian Suryadi melapor ke Dewan Kehormatan Partai, Badan Pembina Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK), dan Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat.

Dia merasa dirugikan dan dilecehkan dengan adanya surat rekomendasi DPC Demokrat Melawi yang mengusulkan nama calon bupati, Dadi Sunarya dan calon wakil bupati, Kluisen di Pilkada Melawi 2020 dengan Nomor 06/DPC.PD/MELAWI/VI/2020 tertanggal 18 Juli 2020. Dalam surat itu terdapat tanda tangan dirinya. Namun dia merasa tak pernah melakukan.

“Berkaitan dengan hal tersebut, saya selaku Sekretaris DPC Partai Demokrat Melawi dengan tegas menyampaikan merasa dirugikan dan dilecehkan baik sebagai pribadi maupun maupun jabatan sebagai sekretaris DPC,” katanya, Senin (17/8/2020).

Dia pun melayangkan surat ke Ketua Umum DPP Partai Demokrat yang diteruskan ke Ketua Dewan Kehormatan dan Ketua BAPILU tertanggal 10 Agustus 2020. Isinya, menyangkal surat rekomendasi nama calon bupati dan wakil bupati dan meminta penyidikan atas surat yang memalsukan tanda tangannya tersebut.

“Persoalan ini sudah saya sampaikan ke DPP melalui Dewan Kehormatan, BPOKK dan BAPILU, untuk ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan tindakan yang dianggap perlu sesuai Peraturan Organisasi Partai Demokrat dan AD/ART Partai Demokrat,” katanya.

Dia pun turut menjelaskan sejumlah kejanggalan dalam surat rekomendasi itu. Sesuai aturan organisasi, dia merasa tak pernah mengeluarkan surat rekomendasi tersebut.

“Saya selaku Sekretaris DPC Partai Demokrat Melawi tidak pernah mengeluarkan Surat Usulan Rekomendasi apalagi menandatangani Surat Usulan Rekomendasi Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Melawi. Berarti tanda tangan saya dipalsukan,” katanya.

Dia meminta Ketua Umum melalui BPOKK menindaklanjuti pelanggaran ini dengan melakukan penyelidikan internal, dan memanggil pihak–pihak yang terlibat di dalamnya.

“Bisa jadi ini ada unsur pihak lain yang terlibat. Dengan Kejadian ini saya sebagai pribadi maupun selaku Sekretaris DPC merasa dilecehkan dan mendapat banyak pertanyaan yang bernada menyudutkan saya. Untuk itu saya minta persolan ini segera dituntaskan, dan apabila tidak dituntaskan saya akan menempuh jalur hukum,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *