Hampir Dua Tahun, Kasus Suap PPK dan Panwascam Sungai Raya Tanpa Kepastian

Ilustrasi.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kasus suap yang diduga dilakukan calon legislatif (caleg) kepada anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Sungai Raya, Kubu Raya tahun 2019 lalu hingga kini tanpa kepastian.

Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Komarudin ketika dikonfirmasi Jumat (14/8/2020) lalu, mengaku belum mendapatkan informasi lebih jauh dari Kasat Reskrim terkait kasus tersebut.

Sementara itu, Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri (Kasi Intel Kejari) Mempawah, Ito Azis Wasitomo mengatakan, bahwa kasus yang sudah lebih dari satu tahun itu masih berada dalam tahap satu.

“Masih tahap satu, masih menunggu berkas lengkap,” katanya kepada insidepontianak.com, Rabu (19/8/2020).

Dia mengatakan, kepolisian telah menyerahkan berkas tahap pertama pada Kejaksaan. Namun dari analisa Jaksa, masih ada berkas yang harus dilengkapi.

Diberitakan sebelumnya, pada Pemilu serentak April 2019, Polresta Pontianak berhasil mengungkap dugaan suap oknum calon anggota legislatif berinisial SI kepada oknum PPK dan Panwascam berinisial BS dan MM.

Kedua oknum penyelenggara Pemilu tersebut diduga menerima uang sebesar Rp100 juta, agar dapat meloloskan SI sebagai anggota legislatif.

Kasus ini terungkap berawal dari MM dan BS yang merasa terancam karena ‘kerjaan’ yang diberikan Sl, tak berjalan sesuai rencana. Perolehan suara SI di Daerah Pemilihan (Dapil) Kubu Raya 2, Kecamatan Sungai Raya tersebut, kecil. Padahal, MM dan BS sudah terima uang sebesar Rp100 juta.

Uang suap diterima BS dan MM dalam dua tahap penyerahan. Penyerahannya dilakukan di Hotel Gardenia, pada 25 April dan 26 April 2019. Tak hanya itu, caleg SI juga menjanjikan Rp100 juta lagi, jika kerja kedua oknum penyelenggara Pemilu itu sukses menjalankan aksinya.

Ketatnya pengawasan yang dilakukan oleh saksi dan pihak terkait, membuat MM dan BS tidak bisa mengalihkan suara. Sehingga MM berniat mengembalikan uang yang telah diterima secara utuh. Namun, Sl tetap menolak menerima kembali uangnya.

Merasa terancam. Tak mau dihantui rasa ketakutan, kemudian MM mengadu ke Polsek Sungai Raya. Namun dia tidak mengungkapkan adanya penyuapan. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Bawaslu dan kepolisian yang tergabung dalam Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Kubu Raya, barulah diketahui adanya kasus itu. Oleh Gakkumdu Kabupaten Kubu Raya, kasus ini segera diserahkan kepada Polresta Pontianak.

Pada 29 November 2019, polisi berencana menetapkan tiga orang yang diduga terlibat suap tersebut akan ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah pemberi uang dan penerimaan uang yakni anggota PPK dan Panwascam Sungai Raya. Ketiga tersangka itu akan dikenakan pasal 5 ayat 1 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah berdasarkan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, diancam dengan pidana paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *