ODHA Terlantar dan Sakit Parah Terselamatkan di Pasar Ikan Sungai Pinyuh

EVAKUASI - Seorang ODHA dievakuasi dari Pasar Ikan Sungai Pinyuh ke Puskesmas Sungai Pinyuh usai ditemukan terbaring di selokan pasar, Selasa (18/8/2020).

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Siang itu terik panas matahari menusuk tajam di kulit kepala. Pria bernama Khairani, warga Sungai Pinyuh, Mempawah, terkejut mendapat panggilan telepon dari staf kelurahan, Selasa (18/8/2020).

“Bang, ini harus Abang yang selesaikan,” begitu kira-kira penggalan percakapan telepon staf kelurahan kepadanya.

Pria yang akrab disapa Bung Ranie ini, bergegas mengambil masker, dua pasang sarung tangan karet dan Thermo Gun. Dia memacu mobil Calya putih dengan kecepatan tinggi dan berbelok di Pasar Ikan Sungai Pinyuh, Jalan Jurusan Sungai Pinyuh-Mempawah.

Ternyata di selokan samping kiri Pasar Ikan Sungai Pinyuh terbaring lemah seorang pria kurus kering. Bung Ranie memberinya sekantong es teh manis yang langsung disedot habis. Mereka bertukar nama.

Berbekal Thermo Gun, Bung Ranie langsung menembak kening pria tersebut. Beberapa penghuni pasar ikan berkerumun. Hasil pengukuran dengan Thermo Gun menunjukkan suhu 41 derajat celsius.

“Ini musim Covid-19, Bapak Ibu ndak usah dekat-dekat takutnya ini penyakit menular, biar petugas medis saja yang lebih paham mengurusnya,” kata Bung Ranie.

Bung Ranie lalu menelepon petugas Puskesmas Sungai Pinyuh. Mereka langsung datang dengan ambulans serta tiga orang berpakaian Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Evakuasi berjalan lancar dan singkat. Lelaki itu dinaikkan ke atas brankar orange, dan didorong ke dalam ambulans, lalu dibawa ke Puskesmas Sungai Pinyuh.

Di Puskesmas, pria kurus kering tersebut diberikan penangan medis. Infus glukosa dipasang di tangan kanan. Petugas laboratorium langsung mengambil sampel darah. Hasilnya mengejutkan, selain anemia berat, sel darah putih tidak normal, dia juga positif HIV, atau Orang Dengan HIV Aids (ODHA).

Lelaki itu mengaku berasal dari Semarang, Jawa Tengah. Dia tak punya sanak famili di Sungai Pinyuh. Bicaranya nyaris tak tembus, menjelaskan asal usulnya mengapa bisa terbaring tak berdaya di selokan.

“Saya bersyukur sekali bisa dibawa ke Puskesmas, terima kasih banyak Bung Ranie,” lirihnya.

Hasil koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Mempawah, lelaki itu akan dirujuk ke RSUD Rubini untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan dimasukkan ke dalam ruangan penyakit menular.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *